Pramuka Peduli Kwartir Daerah (Kwarda) Sumatera Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan. Dipimpin langsung oleh Kak Audy Joinaldy, Wakil Ketua Kwarda Sumbar Bidang Pembinaan Anggota Muda, tim Pramuka Peduli bergerak cepat menyalurkan bantuan esensial kepada para penyintas bencana galodo dan longsor di Huntara Bancah dan Linggai, Kabupaten Agam pada Rabu (15/5).
Inisiatif ini merupakan wujud nyata kepedulian Pramuka terhadap masyarakat yang tengah berjuang memulihkan diri pasca-bencana. Penyaluran bantuan yang fokus pada kebutuhan dasar ini diharapkan dapat meringankan beban para korban yang kini menghuni hunian sementara.
Dukungan Esensial di Tengah Keterpurukan
Proses penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di aula Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Kecamatan Sungai Pua, Agam. Total 24 kepala keluarga menjadi penerima manfaat, dengan rincian 14 KK di Bancah dan 10 KK di Linggai. Besaran bantuan yang disalurkan mencapai estimasi Rp 20 juta, difokuskan pada pemenuhan kebutuhan primer.
Beragam jenis bantuan disalurkan, meliputi beras, telur, minyak goreng, gula, serta pakaian baru untuk menggantikan barang-barang yang hilang terbawa bencana. Tidak hanya itu, perlengkapan mandi, selimut, susu balita, makanan instan, mi instan, dan air mineral turut diberikan. Untuk mendukung kebutuhan spiritual dan pendidikan, tim juga menyertakan peralatan ibadah, alat tulis, serta mainan edukatif bagi anak-anak.
Pesan Gotong Royong dari Pimpinan Pramuka
Dalam kesempatan tersebut, Kak Audy Joinaldy menegaskan pentingnya peran Pramuka sebagai garda terdepan dalam setiap upaya penanggulangan bencana dan aksi kemanusiaan. “Pramuka memiliki semangat gotong royong dan kepedulian yang tinggi. Kami hadir di sini untuk memastikan saudara-saudara kita yang terdampak bencana mendapatkan dukungan yang mereka butuhkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, “Ini bukan hanya tentang bantuan materi, tetapi juga tentang memberikan dukungan moral dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri menghadapi cobaan ini. Solidaritas adalah kunci dalam membangun kembali harapan.” Kak Audy turut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam membantu sesama yang membutuhkan.
Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

