Awak misi Artemis II NASA telah berhasil mengirimkan serangkaian foto resmi yang memukau dari flyby Bulan, termasuk penampakan langka gerhana matahari yang disaksikan langsung dari luar angkasa. Gambar-gambar bersejarah ini, yang diabadikan pada 6 April 2026, menawarkan perspektif baru tentang sisi jauh Bulan dan membuka gerbang data ilmiah krusial bagi para peneliti.
Dalam salah satu bidikan paling menawan, Bulan tampak disinari dari belakang oleh Matahari selama gerhana matahari. Pesawat antariksa Orion NASA terlihat jelas di latar depan sebelah kiri, sementara Bumi memantulkan cahaya di tepi kiri Bulan, memberikan kilauan yang sedikit lebih terang pada cakram Bulan. Titik terang yang terlihat tepat di bawah tepi kanan bawah Bulan adalah Saturnus, dan lebih jauh ke kanan, titik terang di tepi gambar adalah Mars. Sebuah panorama kosmik yang belum pernah disaksikan manusia secara langsung sebelumnya.
Ekspedisi Visual ke Wilayah Tak Terjamah
Astronaut NASA Reid Wiseman, Victor Glover, Christina Koch, dan astronaut CSA (Canadian Space Agency) Jeremy Hansen, telah memanfaatkan serangkaian kamera canggih untuk mengabadikan ribuan foto selama penerbangan uji coba historis mereka. Gambar-gambar awal yang dirilis menampilkan beberapa wilayah Bulan yang belum pernah disaksikan oleh mata manusia, menegaskan kembali kembalinya umat manusia ke sekitar Bulan.
“Empat astronaut Artemis II kami – Reid, Victor, Christina, dan Jeremy – telah membawa umat manusia dalam perjalanan luar biasa mengelilingi Bulan dan membawa kembali gambar-gambar yang begitu indah dan kaya ilmu pengetahuan, yang akan menginspirasi generasi mendatang,” ungkap Dr. Nicky Fox, associate administrator, Science Mission Directorate, NASA Headquarters di Washington.
Kekayaan Data Ilmiah dari Orbit Bulan
Selama flyby Bulan, para kru mendokumentasikan kawah-kawah tumbukan, aliran lava kuno, dan retakan permukaan yang akan sangat membantu para ilmuwan dalam mempelajari evolusi geologis Bulan. Mereka juga memantau perbedaan warna, kecerahan, dan tekstur di seluruh medan Bulan, mengamati fenomena earthset (terbenamnya Bumi) dan earthrise (terbitnya Bumi), serta mengabadikan pemandangan korona Matahari saat gerhana.
Lebih lanjut, awak Artemis II melaporkan enam kilatan tumbukan meteoroid di permukaan Bulan yang gelap, sebuah observasi penting yang menambah pemahaman kita tentang dinamika lingkungan Bulan. Dengan para kru yang kini telah melewati separuh perjalanan dan sedang dalam perjalanan pulang menuju Bumi, lebih banyak gambar dan data diharapkan akan dirilis dalam beberapa hari mendatang, menjanjikan wawasan yang lebih mendalam tentang tetangga terdekat Bumi.
Peristiwa dan catatan statistik ini nantinya akan menjadi metrik perbandingan (komparasi) yang valid untuk memantau dinamika hasil pertandingan berikutnya.

