Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Bayern Lagi Panas, Vincent Kompany Bidik Tiga Poin di Markas Koln

    January 13, 2026

    Bobotoh Sambut Hangat Ferry Indrasjarief di Bandung, Ketum The Jakmania: Saya Bahagia! : Okezone Bola

    January 13, 2026

    Chelsea Pertimbangkan Rekrut Gelandang West Ham Lucas Paqueta

    January 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Empat RS Diduga Tolak Pasien, Irene Sokoy dan Bayinya Wafat

    Empat RS Diduga Tolak Pasien, Irene Sokoy dan Bayinya Wafat

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 23, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Insiden memilukan kembali mengguncang layanan kesehatan di Papua. Irene Sokoy, warga Kampung Hobong, Sentani, Jayapura, meninggal dunia bersama bayi yang dikandungnya setelah diduga tidak mendapat layanan medis dari empat rumah sakit berbeda pada Senin (17/11/2025) dini hari.

    Sekitar pukul 05.00 WIT, keluarga membawa Irene yang tengah dalam kondisi gawat darurat ke beberapa fasilitas kesehatan. Namun, mereka disebut tidak mendapat pertolongan di RS Dian Harapan, RSUD Yowari, RSUD Abepura, dan RS Bhayangkara.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Dalam proses bolak-balik mencari bantuan, Irene dan bayinya dinyatakan meninggal sebelum tiba di RSUD Dok II Jayapura.

    Kepala Kampung Hobong, Abraham Kabey, menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar bagi warganya.
    “Kami datang meminta pertolongan medis, tapi tidak mendapatkan pelayanan yang baik,” ujarnya, dikutip dari Detik.





    Suami Irene, Neil Kabey, juga menyoroti tidak adanya dokter yang berjaga pada saat genting itu.
    “Kalau saat itu di RSUD Yowari ada dokter, saya yakin istri dan anak saya masih hidup,” kata Neil.

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyampaikan belasungkawa dan memastikan investigasi menyeluruh. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pemerintah pusat akan mengusut tuntas laporan dugaan penolakan pasien tersebut.

    “Kementerian Kesehatan turut berbelasungkawa dan sangat menyayangkan insiden yang terjadi,” ujar Aji, Minggu (23/11)

    Tim dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan akan dikirim ke Papua untuk melakukan pemeriksaan bersama dinas kesehatan daerah. Semua rumah sakit yang disebut keluarga akan diperiksa.

    “Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, pastinya akan ada sanksi tegas yang dikenakan kepada rumah sakit yang diduga menolak pasien,” tegas Aji.

    Dia juga mengingatkan bahwa Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin berkali-kali menegaskan tidak boleh ada rumah sakit baik pemerintah maupun swasta yang menolak pasien dalam kondisi gawat darurat.

    Aji menambahkan bahwa tindakan penolakan pasien bukan hanya pelanggaran etika profesi, tetapi juga melanggar Undang-Undang kesehatan dan dapat berujung pada sanksi pidana.

    Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas insiden tersebut. Dia menyebut kejadian ini sebagai bukti nyata masih buruknya pelayanan kesehatan di Papua.

    “Saya mohon maaf dan turut berduka yang mendalam. Ini kebodohan yang luar biasa yang dilakukan oleh pemerintah,” kata Fakhiri.

    Dia berjanji akan mengganti seluruh direktur rumah sakit di bawah Pemerintah Provinsi Papua dan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk pembenahan alat-alat kesehatan yang banyak dilaporkan rusak.

    “Kami akan panggil semua direktur rumah sakit pemerintah maupun swasta untuk menyatukan visi. Layani dulu pasien, baru urusan yang lain,” ujarnya.

    Kemenkes juga memastikan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua untuk memastikan tindak lanjut berjalan konkret, demi mencegah tragedi serupa terulang.

    Baca selengkapnya di sini. 

    (tis/tis)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pilkada Langsung yang Menghidupi Rakyat Terancam Dikubur

    January 13, 2026

    Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

    January 13, 2026

    Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

    January 13, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Bayern Lagi Panas, Vincent Kompany Bidik Tiga Poin di Markas Koln

    Berita Olahraga January 13, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Jerman: Manajer Bayern Munich, Vincent Kompany, menegaskan bahwa ia ingin Die Roten…

    Bobotoh Sambut Hangat Ferry Indrasjarief di Bandung, Ketum The Jakmania: Saya Bahagia! : Okezone Bola

    January 13, 2026

    Chelsea Pertimbangkan Rekrut Gelandang West Ham Lucas Paqueta

    January 13, 2026

    Pilkada Langsung yang Menghidupi Rakyat Terancam Dikubur

    January 13, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Bayern Lagi Panas, Vincent Kompany Bidik Tiga Poin di Markas Koln

    January 13, 2026

    Bobotoh Sambut Hangat Ferry Indrasjarief di Bandung, Ketum The Jakmania: Saya Bahagia! : Okezone Bola

    January 13, 2026

    Chelsea Pertimbangkan Rekrut Gelandang West Ham Lucas Paqueta

    January 13, 2026

    Pilkada Langsung yang Menghidupi Rakyat Terancam Dikubur

    January 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.