Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pesta Gol ke Gawang Bremen, Gregor Kobel Puji Performa Dortmund

    January 14, 2026

    Menlu Sugiono Akui Tiga Wakil Kurang, Berencana Minta Tambah ke Presiden

    January 14, 2026

    Terungkap! Bulgaria Bakal Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 : Okezone Bola

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»Gejolak Elite PBNU Jelang Satu Abad Nahdlatul Ulama

    Gejolak Elite PBNU Jelang Satu Abad Nahdlatul Ulama

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 26, 2025No Comments6 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email



    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf tengah mendapat guncangan.

    Risalah rapat harian Syuriyah PBNU meminta Yahya harus mundur dari Ketum PBNU dalam waktu tiga hari sejak diterimanya risalah.

    Jika dalam tenggat itu tidak mengundurkan diri, Syuriyah akan memberhentikannya.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Risalah itu ditandatangani Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar, diputuskan dalam rapat yang dihadiri 37 Pengurus Harian Syuriah di Hotel Aston City Jakarta pada 20 November 2025.

    Berdasarkan risalah, desakan pengunduran diri itu terkait undangan narasumber jaringan zionisme internasional dalam Akademi Kepemimpinan Nasional Nahdlatul Ulama (AKN NU) yang dianggap melanggar nilai dan ajaran Ahlussunnah wal Jamaah An Nahdliyah serta bertentangan dengan Muqaddimah Qanun Asasi Nahdlatul Ulama.





    Merespons itu, Gus Yahya mengatakan rapat harian Syuriyah PBNU tak berhak memberhentikan mandataris.

    Ia menjelaskan rapat harian Syuriyah mengikat untuk seluruh jajaran Syuriyah, bukan untuk pengurus di luar jajaran Syuriyah.

    Yahya mengatakan rapat harian syuriah bahkan tidak bisa memberhentikan pengurus lembaga, apalagi mandataris.

    “Maka apa yang sebagai keputusan rapat harian Syuriyah beberapa hari yang lalu, ya tidak bisa dieksekusi, tidak bisa mengikat, dan tidak akan ada ujungnya, yang ada cuma ya keributan keributan yang tidak jelas arahnya,” katanya.

    Ia pun menyampaikan silaturahim yang lebih besar antara para kiai akan digelar di Pesantren Lirboyo dalam waktu dekat.

    Gus Yahya berharap pertemuan itu bisa menjadi pembuka jalan keluar dari konflik di internal PBNU.

    Sementara itu, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan seluruh proses organisasi saat ini berada di tangan pemilik otoritas tertinggi dalam struktur PBNU, yakni jajaran Syuriyah PBNU yang dipimpin Rais Aam dan dua wakil Rais Aam.

    Ia pun mengimbau seluruh pengurus NU di semua tingkatan mulai dari PBNU, PWNU, PCNU, MWCNU hingga Ranting NU tetap tenang dan menjaga suasana tetap kondusif.

    Gus Ipul menegaskan, apa yang terjadi saat ini merupakan perkara organisasi biasa yang sedang ditangani oleh jajaran Syuriyah PBNU sesuai mekanisme internal yang berlaku.

    “Kita serahkan sepenuhnya kepada Rais Aam dan para wakilnya. Insya Allah semua akan diselesaikan dengan baik, proporsional, dan sesuai adab organisasi,” katanya.

    Cendikiawan NU sekaligus pengajar di Fakultas Hukum Melbourne University, Australia Nadirsyah Hosen alias Gus Nadir menyatakan roda kinerja organisasi PBNU selama beberapa bulan terakhir telah berjalan dengan tidak optimal.

    “Kenapa? Karena masing-masing pengurus sudah konflik, di mana Ketua Umum tidak akur dengan Sekretaris Jenderal, begitu juga dengan Bendahara Umum, dan Ketua Umum juga tidak sejalan lagi dengan Rais Aam,” kata Gus Nadir kepada CNNIndonesia.com, Rabu (26/11).

    Ia berpendapat konflik itu yang kemudian membuat kinerja organisasi PBNU menjadi tidak optimal.

    Gus Nadir mengatakan hal itu pun berdampak pada jemaah Nahdliyin berjalan tanpa arah, tanpa bimbingan, dan tanpa pengawasan dari PBNU.

    “Karena itu, kalau konflik ini diteruskan, maka yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana aspek pelayanan terhadap jemaah maupun khidmat kepada bangsa dan negara oleh pengurus PBNU yang memang sekarang saling mengunci mati di antara keempat pengurus inti, yaitu Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum, dan Sekjen,” ucapnya.

    Ia mengatakan apa yang terjadi belakangan ini sebetulnya telah menunpuk sejak lama, dan yang terjadi baru-baru ini hanya berupa akumulasi belaka.

    Salah satunya, ialah Gus Yahya yang mengundang Peter Berkowitz ke acara pengkaderan NU, AKN pada Agustus lalu.

    “Bahkan yang beredar selama ini juga ada, dan termasuk disebut di dalam risalah itu, ada dugaan penyalahgunaan keuangan yang tentunya memang tuduhan ini menjadi sangat serius dan harus dibuktikan dan di-clear-kan,” ujar dia.

    Penyederhanaan NU

    Selain itu, Gus Nadir juga berpendapat dinamika di PBNU belakangan ini memperlihatkan rapuhnya struktur kepemimpinan jam’iyyah ketika garis komando tidak berjalan secara tegas.

    Ia menyoroti dualisme legitimasi antara Rais ‘Aam dan Ketua Umum yang sama-sama dipilih melalui Muktamar, sehingga menghambat roda organisasi hingga berbulan-bulan.

    “Situasi ini menunjukkan perlunya penyederhanaan NU,” ujarnya.

    Nadir mengusulkan agar Muktamar mendatang mengevaluasi mekanisme pemilihan pimpinan.

    Ia berpendapat cukup Rais ‘Aam yang dipilih langsung lewat Muktamar, sedangkan Ketua Umum ditunjuk oleh Rais ‘Aam terpilih.

    “Dengan model ini, tidak ada lagi dua figur yang sama-sama merasa dipilih Muktamar. Konsolidasi Syuriyah dan Tanfidziyah menjadi lebih stabil karena Ketua Umum berangkat dari amanah Rais ‘Aam, bukan menjadi kutub tandingan,” ucap dia.

    Gus Nadir pun mengingatkan bahwa NU tumbuh dari kultur kesederhanaan para kiai kampung.

    Karena itu, ia menyatakan upaya menyederhanakan NU merupakan langkah mengembalikan jam’iyyah ke nilai-nilai awalnya.

    “Dengan struktur yang jelas, manajemen rapi, ekonomi mandiri, dan Muktamar yang suci dari kepentingan pragmatis, NU dapat kembali pulih dan berjalan memberi arah bagi jamaah,” ujar dia.

    Guru Besar Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah Burhanudin Muhtadi mengaku sudah mengendus ketidakharmonisan antara pengurus PBNU beberapa waktu terakhir.

    Ia menyampaikan rasa prihatin atas yang terjadi pada internal PBNU yang kini tengah berkecamuk.

    “Sebenarnya kalau kita lihat, ada semacam perang dingin antar elite itu sudah kita bisa cium baunya beberapa bulan terakhir. Jadi terlihat antar elite PBNU baik di Tanfidziyah maupun antara Tanfidziyah dan Syuriyah itu seperti tidak saling menyapa,” kata Burhan.

    Burhanudin mengatakan hal itu tidak baik bagi keberlangsungan organisasi, khususnya bagi organisasi besar seperti NU.

    Ia mengatakan apa yang terjadi di pucuk pimpinan PBNU itu menimbulkan kegelisahan bagi nahdliyin di akar rumput.

    Burhanudin menyatakan sudah sepatutnya elite PBNU itu menjadi suri tauladan bagi seluruh warga nahdliyin.

    Ia pun berpendapat bahwa intrik yang terjadi di PBNU belakangan ini turut mengonfirmasi adanya tarik-menarik kepentingan di antara elite PBNU.

    “Dan undangan beliau ke Peter Berkowitz itu akhir Agustus 2025, tetapi baru muncul risalah yang mencopot, mereshuffle posisi Ketua Tanfidziyah akhir November 2025. Jadi ada jeda. Jadi kalau kemudian ada pihak yang berspekulasi bahwa ini juga berkaitan dengan masalah politik, saya tidak bisa menyalahkan, tidak bisa mengingkari,” ucap dia.

    Pentingnya Islah

    Burhanudin pun menyatakan jika elite PBNU baik di Syuriyah atau Tanfidziyah tidak menempuh islah, maka konflik ini akan jadi masalah serius.

    Jika langkah itu yang diambil, Burhanudin mengatakan setiap pihak tetap berpegang pada kepentingannya masing-masing.

    “Misalnya Tanfidziyah yang dipimpin oleh Gus Yahya mengatakan risalah yang ditulis atau ditandatangani oleh Kiai Miftachul Akhyar sebagai Rais Aam itu tidak diikuti atau tidak dilengkapi dengan tanda tangan dari Katib Aam. Yang memang kalau kita lihat ada masih ada hubungan keluarga dengan Ketum Tanfidziyah,” ucapnya.

    Burhanuddin pun berharap agar para elite PBNU ini segera mengambil jalan islah. Ia berharap seluruhnya mencari jalan tengah yang terbaik bagi keberlangsungan NU.

    “Karena terus terang kalau terjadi pertengkaran antar elite itu tidak elok ya. Jadi kita betul-betul berharap kebijakan dan keikhlasan dari para kiai untuk menyelamatkan NU dari perpecahan dan berpikir buat kepentingan NU dan bangsa yang lebih besar,” ucap dia.

    [Gambas:Photo CNN]

    Terpisah, Dosen Ilmu Pemerintahan Universitas Pamulang, Cusdiawan berpendapat konflik di lingkaran elite PBNU belakangan menunjukkan kegagalan struktural dalam melakukan konsolidasi internal pasca Muktamar di 2022 lalu.

    Ia berpendapat setelah Muktamar itu, faksi-faksi dan kepentingan di antara elite PBNU tidak betul-betul menemukan bentuk kompromi yang maksimal di antara satu sama lain.

    “Artinya, faksi-faksi dan kepentingan di antara elitee PBNU tidak betul-betul menemukan bentuk kompromi yang maksimal,” ucap Cus.

    Ia pun mengatakan desakan mundur bagi Gus Yahya dari kursi Ketum PBNU hanyalah fenomena gunung es.

    Banyak pihak yang menganggap hal itu berkaitan dengan tarik menarik kepentingan di isu pemberian izin pengelolaan tambang kepada ormas oleh pemerintah beberapa waktu lalu.

    Selain itu, ada juga pihak yang mengaitkan permasalahan ini dengan persoalan politik lain yang turut muncul ke permukaan.

    “Desakan bagi ketum PBNU mundur hanyalah puncak dari gunung es, yang akar masalahnya sebetulnya bisa kita baca sejak awal yang gagal diselesaikan dengan baik,” ucap dia.







    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Demo Ojol, Protes soal Maduro di Kedubes AS hingga Potongan Aplikator

    January 14, 2026

    Polda Kalbar Surati Kedubes soal Kasus WN China Serang TNI di Ketapang

    January 14, 2026

    Polda Kalbar Surati Kedubes soal Kasus China Serang TNI di Ketapang

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pesta Gol ke Gawang Bremen, Gregor Kobel Puji Performa Dortmund

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Jerman: Penjaga gawang Borussia Dortmund, Gregor Kobel, memberikan pujian kepada rekan-rekannya yang…

    Menlu Sugiono Akui Tiga Wakil Kurang, Berencana Minta Tambah ke Presiden

    January 14, 2026

    Terungkap! Bulgaria Bakal Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 : Okezone Bola

    January 14, 2026

    Demo Ojol, Protes soal Maduro di Kedubes AS hingga Potongan Aplikator

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pesta Gol ke Gawang Bremen, Gregor Kobel Puji Performa Dortmund

    January 14, 2026

    Menlu Sugiono Akui Tiga Wakil Kurang, Berencana Minta Tambah ke Presiden

    January 14, 2026

    Terungkap! Bulgaria Bakal Lawan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026 : Okezone Bola

    January 14, 2026

    Demo Ojol, Protes soal Maduro di Kedubes AS hingga Potongan Aplikator

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.