Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anggota Bawaslu Kupas Permasalahan Demokrasi Lewat Sebuah Buku

    January 14, 2026

    Transformasi BUMN, Rosan Pamer Valuasi Telkom Tembus Rp115 Triliun : Okezone Economy

    January 14, 2026

    Bucks Dihujani Cemooh Usai Kalah Telak dari Timberwolves

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»PWNU DKI Dorong Ketum PBNU dan Rais Aam Islah

    PWNU DKI Dorong Ketum PBNU dan Rais Aam Islah

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 26, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta Muhyiddin Ishaq mendorong Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais Aam PBNU Miftachul Akhyar untuk islah.

    Muhyiddin mengatakan pengurus PBNU di berbagai wilayah juga mendorong terjadinya islah.

    “Oleh karena itu, teman-teman wilayah se-Indonesia ini berharap kelonggaran hati kedua belah pihak, baik Rais Aam maupun Ketua Umum, untuk bisa dilakukan islah,” kata Muhyiddin di Kantor PBNU, Jakarta, Rabu (26/11).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Ia mengatakan baik ketua umum maupun rais aam PBNU tidak bisa diberhentikan di tengah jalan kecuali lewat muktamar.





    Muhyiddin khawatir muktamar tahun depan justru tidak bisa digelar jika tidak ada islah dari pihak yang berkonflik.

    “Saya cuman khawatir, kalau tidak terjadi islah, jangan-jangan nanti bisa 15 tahun enggak Muktamar ini,” ujarnya.

    Ia berharap elite-elite PBNU berhenti memberi informasi-informasi yang menyesatkan dan membelah. Muhyiddin enggan menyebut siapa elite yang dimaksud.

    “Jadi saya kira ini perlu diberikan kesadaran terhadap orang-orang yang memberikan informasi yang menyesatkan. Saya enggak sebut nama, saya kira sudah maklum,” ujarnya.

    Surat edaran terbaru yang beredar hari ini yang isinya menyatakan bahwa Gus Yahya tidak lagi menjabat Ketua Umum PBNU.

    Surat edaran itu merupakan tindak lanjut dari rapat harian Syuriyah PBNU, 20 November lalu di Jakarta yang meminta Gus Yahya mundur dari kursi ketua umum dalam waktu tiga hari sejak diterimanya keputusan rapat harian Syuriyah.

    Jika dalam waktu tiga hari tidak mengundurkan diri, rapat harian Syuriyah PBNU memutuskan memberhentikan Yahya Cholil Staquf.

    Surat edaran terbaru ini bercap tandatangan elektronik Wakil Rais Aam Afifuddin Muhajir dan Katib Ahmad Tajul Mafakhir.

    “Bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada butir 2 di atas, maka KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU terhitung mulai 26 November 2025 pukul 00.45 Wib,” bunyi butir 3 dari surat edaran tersebut.

    Pada butir selanjutnya dinyatakan Yahya Cholil Staquf tidak lagi memiliki wewenang dan hak untuk menggunakan atribut, fasilitas, dan/atau hal-hal yang melekat kepada jabatan Ketua Umum PBNU.

    Kemudian Gus Yahya juga tidak punya wewenang dan hak untuk bertindak atas nama Perkumpulan Nahdlatul Ulama terhitung mulai tanggal 26 November pukul 00.45 WIB.

    Butir selanjutnya memerintahkan agar pengurus menggelar rapat pleno untuk menindaklanjuti pergantian pengurus PBNU.

    Kemudian di bagian penutup disebutkan bahwa selama kekosongan jabatan ketua umum PBNU, maka kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam selaku pimpinan tertinggi Nahdlatul Ulama.

    “Dalam hal KH. Yahya Cholil Staquf memiliki keberatan terhadap keputusan tersebut, maka dapat menggunakan hak untuk mengajukan permohonan kepada Majelis Tahkim Nahdlatul Ulama sesuai dengan mekanisme yang telah diatur dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 14 tahun 2025 tentang Penyelesaian Perselisihan Internal,” demikian bagian penutup surat edaran.

    Gus Yahya menyatakan surat itu tidak sah. Ia menegaskan masih berstatus sebagai Ketum PBNU.

    (fra/yoa/fra)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Kami Tak Punya Gaji Pokok, Tunjangan Stagnan

    January 14, 2026

    KPK Usut Aliran Uang Suap Pajak ke Sejumlah Pihak DJP

    January 14, 2026

    21 Demonstran Agustus 2025 Dituntut 10 Bulan Penjara di PN Jakpus

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Anggota Bawaslu Kupas Permasalahan Demokrasi Lewat Sebuah Buku

    Berita Nasional January 14, 2026

    Dalam peluncuran tersebut dilakukan penyerahan antara Deepublish kepada Puadi selaku penulis. Peraih gelar Doktor Politik…

    Transformasi BUMN, Rosan Pamer Valuasi Telkom Tembus Rp115 Triliun : Okezone Economy

    January 14, 2026

    Bucks Dihujani Cemooh Usai Kalah Telak dari Timberwolves

    January 14, 2026

    Nasib Dua ABK WNI Korban Penculikan di Gabon Masih Belum Diketahui

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Anggota Bawaslu Kupas Permasalahan Demokrasi Lewat Sebuah Buku

    January 14, 2026

    Transformasi BUMN, Rosan Pamer Valuasi Telkom Tembus Rp115 Triliun : Okezone Economy

    January 14, 2026

    Bucks Dihujani Cemooh Usai Kalah Telak dari Timberwolves

    January 14, 2026

    Nasib Dua ABK WNI Korban Penculikan di Gabon Masih Belum Diketahui

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.