Berita MotoGP: Honda semakin bergantung pada Johann Zarco setelah penampilan impresifnya sepanjang MotoGP 2025. LCR dan HRC kini menempatkan Zarco sebagai pusat pengembangan, mirip peran Marc Marquez saat masih membela Honda.
Honda kembali menunjukkan kepercayaannya kepada Johann Zarco setelah musim 2025 yang mengejutkan. Kemenangan dramatis pebalap Prancis itu di MotoGP Prancis menjadi titik balik yang mengubah statusnya dari sekadar rider satelit menjadi acuan utama bagi proyek pengembangan Honda menuju MotoGP 2026.
Kemenangan tersebut bukan hanya bersejarah untuk LCR, tetapi juga menjadi sinyal kebangkitan Honda setelah beberapa tahun terpuruk pasca kepergian Marc Marquez. Zarco yang kini berusia 35 tahun tampil paling konsisten di antara para rider Honda. Dibandingkan Luca Marini dan Joan Mir di tim pabrikan, justru Zarco yang lebih sering mengamankan posisi sepuluh besar.
Lucio Cecchinello, bos LCR Honda, mengungkap bahwa Zarco kini diperlakukan hampir seperti Marquez saat masih menjadi ikon Honda. Pada masa itu, setiap komponen baru selalu pertama kali diberikan kepada Marquez sebelum dibagikan kepada tim satelit.
“Untuk memahami keseluruhan situasi, kita harus melihat kembali era Marc Marquez. Saat itu, setelah para pebalap penguji HRC menguji komponen pengembangan, komponen itu selalu diberikan kepada Marc Marquez terlebih dahulu,” ujar Cecchinello dilansir dari Speedweek.
Setelah Marquez pergi, Honda sempat mengubah kebijakan dengan membagi komponen secara merata. Namun kenyataannya, tidak semua suku cadang bisa didistribusikan bersamaan karena keterbatasan kapasitas pemasok.
Dalam situasi seperti itu, Honda memilih memprioritaskan pebalap yang performanya paling stabil. Sepanjang paruh pertama 2025, sosok itu adalah Zarco.
Karena itulah ia sering menjadi pebalap pertama yang mencoba sasis, paket aero, atau komponen mesin terbaru. Honda melihatnya sebagai pebalap paling cocok untuk memberikan evaluasi teknis objektif tanpa terlalu banyak risiko ketidakpastian.
Namun Cecchinello tak menutup mata bahwa strategi ini memiliki konsekuensi. Zarco beberapa kali mengalami kecelakaan akibat mendorong motor dengan spesifikasi baru hingga batas maksimal. Bahkan di akhir musim, ia tercatat sebagai pebalap dengan jumlah insiden jatuh terbanyak di grid.
Meski begitu, Honda tetap menilai pendekatan ini penting untuk mempercepat kemajuan RC213V. Bagi mereka, Zarco adalah pebalap berpengalaman yang mampu membaca karakter motor dengan detail, sebuah kemampuan yang dulu identik dengan Marc Marquez pada masa kejayaannya.
Memasuki MotoGP 2026, LCR dan Honda sepakat memaksimalkan peran Johann Zarco sebagai referensi teknis dan pusat pengembangan. Tujuannya jelas, mengembalikan Honda ke jalur persaingan terdepan di era regulasi baru.
Artikel Tag: Johann Zarco, MotoGP 2025, Honda
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/motogp/johann-zarco-jadi-acuan-baru-honda-mirip-peran-marc-marquez-dulu

