Berita Liga Italia: AC Milan dinilai terjebak dalam mimpi buruknya sendiri. Kemarahan Mike Maignan membuat mereka berpotensi kehilangan sang pemain di musim depan.
Kontrak Mike Maignan akan berakhir pada Juni 2026 mendatang. Ini berarti dalam beberapa minggu ke depan, ia akan dapat menegosiasikan pra-kontrak dengan klub lain, dan Milan berisiko kehilangan pemain krusial secara gratis.
Situasi rumit yang mengarah pada kebuntuan ini telah berlangsung sejak awal tahun 2025. Milan sebenarnya memulai diskusi dengan Maignan dan agennya mengenai perpanjangan kontrak pada September 2024, yang sangat terbuka bagi sang kiper.
Pertemuan-pertemuan ini semakin intensif, dan semuanya menuju ke arah yang benar. Kemudian, pada Februari 2025, Milan dan Maignan mencapai kesepakatan verbal dan bahkan berjabat tangan untuk perpanjangan kontrak hingga 2028.
Kesepakatan itu akan menjadikan mantan pemain Lille itu salah satu pemain dengan bayaran tertinggi, dimana dia akan menerima gaji sebesar 5 juta Euro per musim, hampir sama dengan gaji yang diterima Rafael Leao.
Namun manajemen yang dipimpin oleh CEO Giorgio Furlani, menunda kesepakatan itu karena berbagai alasan. Pada titik tengah musim, hierarki Rossoneri menyadari bahwa absen dari kompetisi Eropa 2025-2026 adalah kemungkinan menakutkan.
Oleh karena itu, mereka meninjau kembali negosiasi tertentu dengan parameter keuangan baru, termasuk perpanjangan Maignan. Pada periode inilah Maignan dan perwakilannya merasa sakit hati, marah, dan kecewa dengan petinggi Milan.
Situasi yang pada akhirnya justru menjebak pihak manajemen, dimana kini seluruh proses perpanjangan kontrak, ada di pihak sang pemain.
Artikel Tag: Mike Maignan
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/cerita-awal-mula-mike-maignan-dibikin-sakit-hati-oleh-manajemen-milan

