Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Tantangan Besar Wong Ling Ching Ingin Terus Menanjak di Ranking Dunia

    November 30, 2025

    Dapur MBG Didorong Jadi Posko Darurat Bencana

    November 30, 2025

    Jay Idzes Ajak Pemain Como 1907 Lyfe Oldenstam Perkuat Timnas Indonesia? : Okezone Bola

    November 30, 2025
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»KPK Yakin Hakim Tolak Praperadilan Paulus Tannos karena Berstatus DPO

    KPK Yakin Hakim Tolak Praperadilan Paulus Tannos karena Berstatus DPO

    PewartaIDBy PewartaIDNovember 30, 2025No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jurubicara KPK, Budi Prasetyo mengatakan, dalam sepekan ini, KPK melalui Biro Hukum menghadapi serangkaian sidang praperadilan yang diajukan Paulus Tannos selaku tersangka kasus dugaan korupsi proyek KTP-elektronik (KTP-el).


    “Di mana sampai dengan saat ini, Paulus Tannos masih berstatus dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan berada di luar Indonesia. Kami meyakini Hakim praperadilan akan merujuk pada Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 1/2018 yang melarang tersangka berstatus buron mengajukan praperadilan,” kata Budi seperti dikutip RMOL, Minggu, 30 November 2025.

    Mengingat kata Budi, dalam SE tersebut, MA secara tegas menyatakan bahwa tersangka yang melarikan diri atau berstatus DPO tidak dapat mengajukan praperadilan. Jika penasihat hukum atau keluarga tetap mengajukan, maka hakim wajib menyatakan permohonan tersebut tidak dapat diterima.



    “Putusan tersebut tidak dapat ditempuh upaya hukum apa pun. Aturan ini diterbitkan untuk mencegah adanya pihak-pihak yang menghindar atau melarikan diri, namun tetap mencoba menggugat keabsahan penyidikan,” terang Budi.

    Menurut Budi, tidak adil jika seseorang menolak hadir, tidak kooperatif, bahkan melarikan diri, namun tetap ingin mempersoalkan keabsahan penetapan tersangka dan tindakan penyidikan oleh KPK melalui praperadilan.

    “Negara tentu tidak memberikan ruang untuk itu,” tegas Budi.

    Apalagi kata Budi, KPK telah berulang kali memanggil Paulus Tannos dan menempuh seluruh prosedur sebelum menerbitkan status DPO. KPK masih terus fokus untuk membawa Tannos kembali ke Indonesia agar dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan.

    “Sehingga sebetulnya yang diperlukan saat ini bukan praperadilan, tapi kehadiran tersangka, agar proses hukumnya dapat berjalan efektif. KPK masih terus berkoordinasi dengan otoritas internasional untuk proses pemulangannya,” pungkas Budi.

    Sidang putusan praperadilan yang diajukan Paulus Tannos dijadwalkan diselenggarakan pada Selasa, 2 Desember 2025.

    Sebelumnya pada 20 November 2024, KPK mengajukan surat pengajuan ekstradisi Paulus Tannos kepada pemerintah Singapura melalui Polri dan Kemenkum.

    Atas permintaan tersebut, pada 17 Januari 2025 sekitar pukul 14.30 waktu Singapura, Paulus Tannos ditangkap Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) sebagai competent authority dalam penanganan tindak pidana korupsi di Singapura. Sampai saat ini Paulus Tannos berada dalam tahanan di Changi Prison.

    Permintaan ekstradisi Paulus Tannos kepada pemerintah Singapura selanjutnya disampaikan secara resmi pemerintah RI pada 22 Februari 2025, dan telah secara resmi diterima pemerintah Singapura pada 24 Februari 2025.

    Pada perkembangannya, pada 18 Maret 2025, Minister for Law Singapura mengeluarkan notifikasi kepada Magistrate terkait permintaan ekstradisi Paulus Tannos dari pemerintah RI tersebut.

    Berdasarkan koordinasi dan komunikasi dengan AGC Singapura, berdasarkan hukum yang berlaku di Singapura, Paulus Tannos memiliki hak untuk mengajukan bail kembali kepada Pengadilan Singapura, sepanjang Paulus Tannos memiliki alasan dan bukti lain yang dapat mendukung pengajuan bail tersebut.

    Paulus Tannos telah ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2019 lalu bersama 3 orang lainnya, yakni Miryam S Haryani selaku anggota DPR periode 2009-2014, Isnu Edhi Wijaya selaku Dirut Perum PNRI yang juga Ketua Konsorsium PNRI, dan Husni Fahmi selaku Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik.

    Pada 13 November 2017 lalu, Miryam telah divonis 5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider 3 bulan kurungan dalam kasus yang berbeda, yakni kasus pemberian keterangan palsu saat bersaksi di sidang kasus korupsi KTP-el.

    Sementara itu, untuk Husni Fahmi dan Isnu Edhi Wijaya masing-masing divonis penjara 4 tahun dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Senin 31 Oktober 2022.

    Dalam kasus korupsi KTP-el, PT Sandipala Arthaputra yang dipimpin Paulus diduga diperkaya sebesar Rp145,85 miliar, Miryam Haryani diduga diperkaya sebesar 1,2 juta dolar AS, manajemen bersama konsorsium PNRI diduga diperkaya sebesar Rp137,98 miliar dan Perum PNRI diduga diperkaya sebesar Rp107,71 miliar, serta Husni Fahmi diduga diperkaya sebesar 20 ribu dolar AS dan Rp10 juta.

    Dalam perkembangan perkaranya, KPK telah mencegah Miryam agar tidak bepergian ke luar negeri selama 6 bulan pertama sejak 9 Februari 2025.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Dapur MBG Didorong Jadi Posko Darurat Bencana

    November 30, 2025

    KPK Yakin Hakim Independen Vonis 3 Mantan Petinggi PT Petro Energy

    November 30, 2025

    Kerja Keras BGN Tuai Penghargaan Kategori Penggerak Ekonomi

    November 30, 2025

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Tantangan Besar Wong Ling Ching Ingin Terus Menanjak di Ranking Dunia

    Berita Olahraga November 30, 2025

    Ligaolahraga.com -Berita Badminton : Performa gemilang pebulu tangkis Wong Ling Ching akhir-akhir ini telah mendorongnya…

    Dapur MBG Didorong Jadi Posko Darurat Bencana

    November 30, 2025

    Jay Idzes Ajak Pemain Como 1907 Lyfe Oldenstam Perkuat Timnas Indonesia? : Okezone Bola

    November 30, 2025

    Kapolres Jayapura Imbau Waspada Provokasi Separatis Jelang 1 Desember

    November 30, 2025
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Tantangan Besar Wong Ling Ching Ingin Terus Menanjak di Ranking Dunia

    November 30, 2025

    Dapur MBG Didorong Jadi Posko Darurat Bencana

    November 30, 2025

    Jay Idzes Ajak Pemain Como 1907 Lyfe Oldenstam Perkuat Timnas Indonesia? : Okezone Bola

    November 30, 2025

    Kapolres Jayapura Imbau Waspada Provokasi Separatis Jelang 1 Desember

    November 30, 2025

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2025 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.