Menurut pesan belasungkawa yang dirilis situs resmi Kremlin, Putin menyampaikan duka cita yang mendalam atas banyaknya korban jiwa akibat bencana banjir tersebut.
“Yang Terhormat Bapak Presiden, Terimalah ucapan belasungkawa yang mendalam terkait jatuhnya banyak korban jiwa serta kerusakan berskala besar akibat banjir di bagian utara pulau Sumatera,” ungkap pesan tersebut, seperti dikutip dari TASS, Minggu, 30 November 2025.
Putin menegaskan bahwa rakyat Rusia turut merasakan duka mendalam atas tragedi tersebut. Ia juga menyampaikan harapan agar pemulihan di wilayah terdampak dapat berlangsung cepat.
“Rusia turut berduka cita bersama mereka yang menghilangkan keluarga dan kerabat dalam musibah alam ini, serta berharap daerah-daerah yang terdampak dapat secepatnya pulih kembali pada kehidupan normal, aman dan sejahtera,” kata Putin.
Ucapan duka itu disampaikan di tengah meningkatnya jumlah korban akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).
Data BNPB terbaru mencatat 303 orang meninggal dunia. Di Sumut, korban tewas bertambah signifikan dari 116 menjadi 166 orang hanya dalam satu hari.
“Artinya, dalam 1 hari bertambah 60 jiwa,” ujar Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Sabtu, 29 November 2025. Selain itu, 143 orang masih hilang dan tengah dicari oleh Tim SAR gabungan.
Di Aceh tercatat 47 orang meninggal, 8 luka-luka, dan 51 orang hilang. Sementara di Sumbar, sebanyak 90 orang meninggal dunia, 10 luka-luka, dan 85 orang hilang.
BNPB menyebut angka tersebut masih dapat berubah karena proses evakuasi dan pencarian korban hilang terus dilakukan oleh Tim SAR gabungan dari TNI-Polri dan berbagai pihak terkait.

