Penelusuran dilakukan Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL ke Kantor PBNU, yang tepatnya terletak di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.
Pantauan di lokasi, tidak ada penutupan pagar Kantor PBNU yang tingginya tidak sampai melebihi 2 meter itu. Pintu utama pagar terlihat terbuka untuk pejalan kaki. Namun demikian, tampak puluhan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) berjaga di area luar dan dalam Gedung PBNU.
Yang menarik dari kondisi Kantor PBNU hari ini, berjejer karangan bunga di bagian luar pagar dan juga dalam pagar.
Di bagian luar, terdapat karangan bunga untuk Ahmad Said Husni yang kini menjabat Sekretaris Jenderal PBNU menggantikan Syaifullah Yusuf. Ada pula karangan bunga untuk Sumantri yang ditunjuk sebagai Bendahara Umum menggantikan Gudfan Arif.
Di bagian dalam pagar Kantor PBNU juga ada karangan bunga untuk sejumlah sosok yang ditunjuk Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf untuk menempati posisi baru, seperti Masyhuri Malik menjadi Wakil Ketua Umum PBNU.
Isu pengambilalihan kantor PBNU sebelumnya beredar luas di pesan berantai WhatsApp. Kabar ini muncul seiring keputusan Rais Aam PBNU memecat Yahya Cholil sebagai Ketum PBNU.
Rais Aam PBNU, Miftachul Akhyar menyatakan Yahya Cholil Staquf resmi tidak lagi menjabat sebagai Ketum PBNU terhitung 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.
Dengan keputusan itu, seluruh kewenangan dan atribut ketua umum tidak lagi melekat pada sosok yang akrab disapa Gus Yahya.
“Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam,” kata Miftachul Akhyar di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu, 29 November 2025.

