Ketua Tim Relawan Masak bernama Raodah dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca menyampaikan aspirasinya kepada Presiden.
Ia mengungkapkan kebutuhan mendesak yang kini dirasakan para pengungsi, mulai dari logistik, air bersih, listrik, hingga layanan telekomunikasi.
“Kami di sini sangat membutuhkan logistik, Pak. Sangat-sangat membutuhkan. Kekurangan air bersih, listrik, hingga telekomsel, Pak. Kami tidak ada jaringan sinyal hp tidak ada,” keluhnya.
Tak hanya itu, Raodah juga menyampaikan permohonan besar warga terdampak agar pemerintah segera membantu memperbaiki rumah-rumah yang rusak akibat bencana.
“Saya mengharapkan kepada Bapak agar secepatnya membantu rumah-rumah saudara saya yang terkena musibah, Pak. Saya sangat berharap,” tuturnya.
Merespons keluhan warga, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan atas dedikasi para relawan dan memastikan bahwa pemerintah terus bekerja menyiapkan langkah pemulihan.
Ia menegaskan bahwa penyediaan hunian sementara dan hunian tetap sedang diproses, namun membutuhkan waktu untuk diselesaikan.
“Jadi kami mohon kesabaran. Saya tidak bisa mengerjakan semua begitu cepat. Kita sudah bekerja dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Kepala Negara menegaskan komitmen pemerintah untuk membantu seluruh warga terdampak.
“Pasti kita akan bantu, ya. Tenang saja,” tandas Prabowo.

