Update Konflik AS-Israel vs Iran: Trump Targetkan Perang Selesai dalam 4 Minggu
JAKARTA – Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik kritis baru. Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan mengejutkan mengenai durasi operasi militer yang sedang berlangsung, sementara dampak ekonomi global mulai terasa nyata.
Berikut adalah 12 poin pembaruan (update) utama yang perlu Anda ketahui:
1. Target 4 Minggu Donald Trump
Presiden Trump menyatakan keyakinannya bahwa perang melawan Iran akan “selesai dalam empat minggu.” Ia menegaskan bahwa kekuatan militer AS yang dikerahkan saat ini jauh melampaui apa pun yang pernah dilihat dunia sebelumnya.
2. Sinyal “Perubahan Rezim”
Gedung Putih secara eksplisit menyatakan bahwa tujuan akhir dari agresi ini adalah memastikan Iran tidak lagi dipimpin oleh pemerintahan yang sekarang, setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
3. Harga Minyak Dunia Meroket
Kekhawatiran akan penutupan Selat Hormuz menyebabkan harga minyak mentah melonjak signifikan. Para analis memprediksi krisis energi global jika konflik tidak segera mereda.
4. Iran Membentuk Pemerintahan Darurat
Pasca serangan yang menargetkan pusat kepemimpinan, Iran dilaporkan telah membentuk dewan transisi darurat untuk menjaga stabilitas internal dan komando militer.
5. Pangkalan AS di Teluk Terus Digempur
Iran tidak tinggal diam. Serangan rudal dan drone balasan terus diarahkan ke aset-aset militer AS yang tersebar di wilayah Teluk, termasuk di Qatar dan Kuwait.
6. Peringatan untuk Sekutu AS
Teheran memperingatkan negara-negara tetangga agar tidak mengizinkan wilayah udara atau pangkalan mereka digunakan oleh AS untuk menyerang Iran, atau mereka akan dianggap sebagai target sah.
7. Penggunaan Senjata Canggih
Laporan lapangan menunjukkan AS mulai menggunakan senjata berpemandu laser terbaru dan pesawat siluman generasi keenam dalam misi penghancuran fasilitas bawah tanah Iran.
8. Dampak ke Warga Sipil
Ribuan warga sipil di Teheran dan kota-kota sekitarnya dilaporkan mulai mengungsi ke wilayah pegunungan untuk menghindari gelombang serangan udara susulan.
9. Posisi Rusia dan China
Kedua negara tersebut mengecam keras tindakan AS dan Israel. Moskow memperingatkan bahwa intervensi ini dapat memicu “konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki” bagi keamanan global.
10. Cyber Warfare (Perang Siber)
Selain serangan fisik, infrastruktur digital Iran dilaporkan mengalami kelumpuhan total akibat serangan siber masif yang diduga berasal dari unit intelijen Israel.
11. Demonstrasi Global
Gelombang protes anti-perang mulai bermunculan di berbagai ibu kota dunia, termasuk di Jakarta, seiring meningkatnya kekhawatiran akan Perang Dunia III.
12. PBB Lumpuh
Dewan Keamanan PBB dilaporkan menemui jalan buntu dalam upaya gencatan senjata karena veto yang diajukan oleh Amerika Serikat.
Diolah dari laporan CNBC Indonesia (2 Maret 2026).

