Meski baru menjalani setengah musim pertamanya sebagai petinju profesional, Tiah Ayton sudah menunjukkan alasan kuat mengapa banyak pihak percaya ia bisa menjadi juara dunia sejati di beberapa divisi.
Petinju muda asal Bristol itu tampil begitu dominan sejak beralih ke tinju berbayar, membuat prediksi besar tentang masa depannya terdengar semakin realistis.
Pada 6 September lalu, Ayton mencuri perhatian ketika menghentikan Lydie Bialic secara meyakinkan.
Penampilannya bahkan disaksikan langsung oleh juara dunia dan legenda tinju wanita, Katie Taylor, yang menyebut Tiah Ayton sebagai talenta “sangat spesial” dengan potensi menjadi salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Pujian itu terasa beralasan, mengingat usia Ayton saat itu masih belasan tahun.
Tiga bulan berselang, Ayton kembali membuktikan kualitasnya. Ia hanya membutuhkan tiga ronde untuk menundukkan petinju Brasil, Ana Karla Vaz De Moraes, dalam sebuah laga yang sejak awal terasa tak terelakkan hasilnya.
Dominasi tersebut membuat Ayton bahkan sempat meminta maaf kepada penonton karena pertarungan berakhir terlalu cepat.
Di usia 19 tahun, publik mulai berharap ia segera diuji menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
Kesibukan Ayton pun berlanjut. Ia dijadwalkan menghadapi Catherine Tacone Ramos, petinju Brasil lainnya, dalam duel delapan ronde pada 21 Februari di Nottingham Arena, sebagai bagian dari undercard laga Leigh Wood vs Josh Warrington II.
Ini menjadi langkah lanjutan dalam proses peningkatan level lawan yang direncanakan timnya.
CEO Matchroom Boxing, Frank Smith, menyatakan keyakinannya bahwa Ayton akan segera naik ke panggung terbesar. Menurutnya, kualitas lawan memang perlu terus ditingkatkan seiring berkembangnya tinju wanita.
Namun, performa Tiah Ayton sejauh ini sudah menunjukkan kesiapan mental dan teknis. Smith bahkan dengan tegas menyebut Ayton akan menantang gelar juara dunia pada 2026.
Di tengah dinamika promosi tinju wanita, Matchroom tetap berfokus membangun laga-laga menarik dan kompetitif. Smith menegaskan bahwa pertarungan berkualitas, meski berisiko, adalah kunci pertumbuhan olahraga ini.
Dalam konteks itu, Tiah Ayton dinilai memiliki kombinasi daya pukul, daya tarik, dan mental juara yang membuat masa depannya tampak sangat cerah.
Artikel Tag: Tiah Ayton
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/tinju/frank-smith-yakin-tiah-ayton-siap-menantang-gelar-dunia-pada-2026

