Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Alokasi Anggaran Kemendagri Bukti Keseriusan Negara Pulihkan Sumatera

    January 9, 2026

    4 Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Hina Kucing hingga Heboh Konten Mens Rea : Okezone Celebrity

    January 9, 2026

    Selain Yaqut, Eks Stafsus Juga Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    January 9, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Pilkada via DPRD Dinilai Bisa Berdampak ke Stabilitas Politik Nasional

    Pilkada via DPRD Dinilai Bisa Berdampak ke Stabilitas Politik Nasional

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 7, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Kepala Departemen Politik dan Sosial Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes menilai wacana pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD akan menjadi ujian dan pertaruhan bagi stabilitas politik nasional.

    “Saya kira gagasan untuk mengembalikan Pilkada via DPRD ini saya kira akan jadi ujian dan pertaruhan bagi stabilitas politik nasional kita,” kata Arya dalam paparan terhadap awak media (media briefing) di Kantor CSIS, Jakarta, Rabu (7/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Arya menyinggung di masa pemerintahan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ketika undang-undang yang mengatur pilkada tidak langsung via  DPRD sudah disahkan pada 2014 lalu.

    Namun karena besarnya penolakan publik, SBY selaku presiden kemudian menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk membatalkan pelaksanaan Pilkada via DPRD kala itu.





    “Nah, kalau sekarang pemerintah dan koalisi [partai pendukung pemerintah] percaya diri untuk mengembalikan [Pilkada] via DPRD, tentu saya kira akan berpotensi juga menciptakan resistensi yang cukup besar di masyarakat,” ujar Arya.

    Arya mengatakan jika wacana itu diwujudkan kini, skala penolakan dari publik memang belum bisa diprediksi sejauh ini.

    Namun, jika berkaca dari beberapa waktu belakangan, demonstrasi-demonstrasi besar terjadi secara cepat dan leaderless atau tanpa pemimpin sentral.

    “Dia digerakkan secara cepat melalui media sosial dan masif terjadi di beberapa tempat. Nah, mungkin sekarang belum ada indikasi apakah akan ada resistensi atau penolakan besar, tapi kalau kita lihat dalam beberapa demonstrasi besar, kemungkinan besar akan muncul resistensi,” katanya.

    Terkait wacana mengembalikan pilkada ke DPRD, para pembuat undang-undang sepatutnya memerhatikan betul penolakan dari warga, terutama masukan dari para pemerhati baik pakar, organisasi sipil, hingga koalisi sipil.

    Arya menjelaskan dari pengalaman sebelumnya, pemerintah dan DPR selalu saja mengesahkan undang-undang meski ada penolakan dari kalangan rakyat.

    Menurutnya langkah itu mengorbankan banyak hal seperti kerusakan fasilitas karena demo, timbulnya korban dan turunnya kepercayaan publik.

    “Jadi berkaca dari pengalaman itu, terutama bagaimana Pemerintah SBY akhirnya menganulir itu, dan kalau saat ini pemerintah dan DPR dan koalisi percaya diri, mungkin sebaiknya menurut saya bisa mengkaji ulang hal itu ya,” katanya.

    Selain PDIP, dari delapan partai pemilik kursi di DPR, kini setidaknya total tujuh fraksi menyatakan dukungan wacana pilkada dilakukan di DPRD.

    Demokrat yang semula menolak, kini putar haluan gabung dengan partai koalisi pemerintahan lainnya seperti Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PAN, dan Demokrat.

    Sementara itu PKS ingin agar pilkada via DPRD hanya berlaku untuk tingkat kabupaten, sedangkan untuk gubernur dan wali kota tetap dipilih secara langsung. Sedangkan Fraksi PDIP tegas menyatakan menolak usulan pilkada lewat DPRD.

    (yoa/kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Alokasi Anggaran Kemendagri Bukti Keseriusan Negara Pulihkan Sumatera

    January 9, 2026

    Selain Yaqut, Eks Stafsus Juga Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    January 9, 2026

    Polda Metro Jaya Gagalkan Peredaran Ganja 83 Kilogram Jaringan Sumatera

    January 9, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Alokasi Anggaran Kemendagri Bukti Keseriusan Negara Pulihkan Sumatera

    Berita Nasional January 9, 2026

    Kemendagri merinci kebutuhan anggaran pemulihan yang meliputi Rp33,75 triliun untuk Provinsi Aceh, Rp13,5 triliun untuk…

    4 Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Hina Kucing hingga Heboh Konten Mens Rea : Okezone Celebrity

    January 9, 2026

    Selain Yaqut, Eks Stafsus Juga Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    January 9, 2026

    Alasan Polisi Tetapkan Nakhoda dan ABK ‘Putri Sakinah’ Jadi Tersangka

    January 9, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Alokasi Anggaran Kemendagri Bukti Keseriusan Negara Pulihkan Sumatera

    January 9, 2026

    4 Kontroversi Pandji Pragiwaksono: Hina Kucing hingga Heboh Konten Mens Rea : Okezone Celebrity

    January 9, 2026

    Selain Yaqut, Eks Stafsus Juga Jadi Tersangka Korupsi Kuota Haji

    January 9, 2026

    Alasan Polisi Tetapkan Nakhoda dan ABK ‘Putri Sakinah’ Jadi Tersangka

    January 9, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.