Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Anthony Davis Absen 6 Pekan, Mavericks Ketar-ketir

    January 14, 2026

    Menjaga Tradisi Menyambut Tahun Kuda Api

    January 14, 2026

    Nestle Tarik Produk Susu Formula Bayi karena Mengandung Zat Racun Toxin : Okezone Women

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»KPK Jangan Terjebak Rivalitas Lembaga

    KPK Jangan Terjebak Rivalitas Lembaga

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 8, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Permintaan itu disampaikan mantan Ketua Wadah Pegawai (WP) KPK, Yudi Purnomo, dalam diskusi publik bertajuk “Kejagung vs KPK: Koruptor Tertawa” yang digelar Koalisi Jurnalis Anti Korupsi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Rabu 7 Januari 2026.


    “Kalau ada laporan masyarakat yang kredibel, dengan bukti awal yang cukup, KPK tidak boleh ragu. Justru KPK harus tampil paling depan dan terbuka kepada publik terkait langkah hukum yang akan dilakukan,” kata Yudi seperti dikutip, Kamis 8 Januari 2026.

    Menurut Yudi, keterbukaan KPK penting agar proses penegakan hukum tidak ditarik ke dalam narasi rivalitas antarlembaga atau bahkan tuduhan kriminalisasi terhadap institusi penegak hukum lainnya.



    “Kalau komunikasinya tidak baik, publik bisa salah menangkap. Ini bukan soal lembaga versus lembaga, tapi soal ada atau tidaknya tindak pidana,” kata Yudi.

    Yudi menekankan, kunci utama agar proses hukum berjalan lancar adalah komunikasi antarpimpinan lembaga. Komunikasi yang sehat akan membangun kepercayaan dan memastikan bahwa setiap tindakan hukum murni berbasis bukti, bukan kepentingan lain.

    “Jangan sampai kita mengulang sejarah kelam ‘cicak versus buaya’. Itu merugikan semua pihak dan justru menguntungkan koruptor,” kata Yudi.

    Ia juga menyoroti carut-marut penegakan hukum korupsi sebagai dampak dari regulasi yang belum tegas membagi kewenangan antaraparat penegak hukum. Kondisi tersebut, kata Yudi, membuka ruang gesekan dan tumpang tindih penanganan perkara.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Menjaga Tradisi Menyambut Tahun Kuda Api

    January 14, 2026

    Penampakan Ferrari dan Harley Davidson di Sidang Marcella

    January 14, 2026

    E-Voting di Pilkada Patut Dipertimbangkan

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Anthony Davis Absen 6 Pekan, Mavericks Ketar-ketir

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Basket NBA: Anthony Davis kembali harus menepi akibat cedera, meskipun kali ini tidak…

    Menjaga Tradisi Menyambut Tahun Kuda Api

    January 14, 2026

    Nestle Tarik Produk Susu Formula Bayi karena Mengandung Zat Racun Toxin : Okezone Women

    January 14, 2026

    Penampakan Ferrari dan Harley Davidson di Sidang Marcella

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Anthony Davis Absen 6 Pekan, Mavericks Ketar-ketir

    January 14, 2026

    Menjaga Tradisi Menyambut Tahun Kuda Api

    January 14, 2026

    Nestle Tarik Produk Susu Formula Bayi karena Mengandung Zat Racun Toxin : Okezone Women

    January 14, 2026

    Penampakan Ferrari dan Harley Davidson di Sidang Marcella

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.