Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

    January 13, 2026

    Divonis 6 Tahun Penjara, Eks Dirkom PGN: Ini Alarm bagi Insan BUMN : Okezone News

    January 13, 2026

    Unggahan Emosional Gael Monfils Usai Laga Pamungkas Di ASB Classic

    January 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Golkar Pastikan Usul Pilkada via DPRD Tak Sama dengan Orde Baru

    Golkar Pastikan Usul Pilkada via DPRD Tak Sama dengan Orde Baru

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 8, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Sekretaris Jenderal (Sekjen) sekaligus Ketua Fraksi Golkar di DPR, Sarmuji memastikan usul Pilkada via DPRD tak akan sama dengan Orde Baru.

    Sarmuji memahami penolakan publik yang terpotret lewat hasil survei LSI Denny JA, Rabu (7/1). Namun, dia memastikan publik akan tetap memiliki partisipasi dalam perubahan sistem tersebut.

    “Mungkin yang dibayangkan publik adalah desain pilkada model orde baru dimana keterlibatan publik hampir nihil. Kalau pun nanti ada perubahan desain pilkada, kita akan melibatkan semaksimal mungkin partisipasi publik dalam pilkada tidak langsung,” kata Sarmuji saat dihubungi, Kamis (8/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    Menurut dia, publik tetap akan terlibat dalam setiap proses pemilihan calon kepala daerah. Mulai dari penjaringan, kampanye, hingga penyerapan aspirasi.

    “Yang penting publik bisa mengetahui bagaimana isi pikiran kandidat. Demikian juga debat kandidat bisa tetap dilakukan,” katanya.





    Selain itu, masyarakat, lanjut Sarmuji, juga bisa melakukan evaluasi terhadap DPRD sebagai pemilik hak suara calon kepala daerah. Jika mereka memilih calon kepala daerah tak sesuai kehendak, publik akan dihukum pada pemilu selanjutnya.

    “Jika DPRD memilih calon yang tidak berkualitas dia akan dihukum rakyat di pemilu selanjutnya,” katanya.

    Kini, total ada enam fraksi di DPR yang tegas menyatakan dukungan terhadap usulan Presiden RI Prabowo Subianto tersebut, yakni Fraksi Gerindra, Golkar, PKB, NasDem, PAN, dan Demokrat. Demokrat baru saja putar haluan dari semula menolak, kini mendukung.

    Sedangkan, PKS mencoba ambil jalan tengah agar pilkada lewat DPRD hanya berlaku untuk tingkat kabupaten, sedangkan untuk gubernur dan wali kota tetap dipilih secara langsung.

    Praktis hanya Fraksi PDIP, satu-satunya partai parlemen di luar koalisi pemerintah, sejauh ini tegas menyatakan menolak usulan Pilkada lewat DPRD.

    Respons gelombang penolakan Pilkada via DPRD

    Anggota Komisi II DPR, Ahmad Irawan merespons hasil survei LSI Denny JA yang dirilis pada Rabu (7/1), yang mengungkap 66,1 persen responden menolak usulan itu.

    Irawan mengatakan hasil survei itu akan menjadi kajian bagi partainya untuk lebih proaktif dan memberi pemahaman kepada publik. Dia meyakini penjelasan komprehensif membuat masyarakat memahami urgensi pilkada via DPRD.

    “Partai Golkar meyakini dengan penjelasan yang komprehensif dan dengan proses dialog yang konstruktif, publik akan menerima pemilihan kepala daerah dilakukan oleh DPRD,” kata Irawan saat dihubungi, Kamis (8/1).

    Dia mengatakan sejak awal partainya telah mendorong perubahan sistem pilkada, khusunya di level gubernur. Sebab, gubernur selama ini hanya menjalankan residu pelaksanaan pemerintahan di daerah.

    Menurut dia, publik pun mestinya perlu memahami alasan Golkar mendukung usulan tersebut. Sebab, pilkada via DPRD tetap sesuai dengan UUD maupun nilai-nilai Pancasila.

    “Kami menyadari sejak awal bahwa publik perlu waktu untuk memahami apa yang diperjuangkan Partai Golkar. Bagi kami Pilkada oleh DPRD suatu hal yang selaras dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

    (thr/isn)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

    January 13, 2026

    Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

    January 13, 2026

    Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

    January 13, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

    Berita Nasional January 13, 2026

    Bonjowi menilai kehadiran kedua tokoh tersebut diperlukan guna mengonfirmasi secara langsung keabsahan ijazah yang dipersoalkan. …

    Divonis 6 Tahun Penjara, Eks Dirkom PGN: Ini Alarm bagi Insan BUMN : Okezone News

    January 13, 2026

    Unggahan Emosional Gael Monfils Usai Laga Pamungkas Di ASB Classic

    January 13, 2026

    Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

    January 13, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

    January 13, 2026

    Divonis 6 Tahun Penjara, Eks Dirkom PGN: Ini Alarm bagi Insan BUMN : Okezone News

    January 13, 2026

    Unggahan Emosional Gael Monfils Usai Laga Pamungkas Di ASB Classic

    January 13, 2026

    Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

    January 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.