RMOL. Pasar saham Eropa ditutup melemah pada Kamis 8 Januari 2026 waktu setempat, menghentikan tren reli awal tahun akibat laporan kinerja emiten yang mengecewakan dan penurunan harga komoditas.
STOXX 600 turun 0,19 persen ke level 603,83, merupakan penurunan hari kedua berturut-turut.
Bursa regional utama berakhir variatif. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,02 persen atau 5,20 poin menjadi 25.127,46. CAC Prancis menguat 0,12 persen atau 9,55 poin menjadi 8.243,47, sedangkan FTSE 100 Inggris berkurang 0,04 persen atau 3,52 poin ke posisi 10.044,69.
Sektor teknologi anjlok 2,2 persen. Begitu juga dengan saham tambang yang merosot 1,6 persen mengikuti pelemahan harga emas dan tembaga.
Sektor ritel menjadi sorotan utama setelah kinerja Natal yang buruk. Saham Associated British Foods (Primark) anjlok 14 persen. Saham Tesco juga turun 6,7 persen. Sebaliknya, saham Marks & Spencer justru melesat 5 persen berkat penjualan makanan premium.
Sektor Dirgantara dan Pertahanan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa, dipicu sentimen peningkatan belanja pertahanan global setelah pernyataan Presiden AS Donald Trump.
Saham Puma melonjak 8,5 persen di tengah isu akuisisi saham oleh Anta Sports (China).
Pasar saat ini memasuki fase konsolidasi menjelang musim laporan keuangan 2026. Investor cenderung bersikap defensif akibat kombinasi ketidakpastian geopolitik (konflik Venezuela) dan kelelahan pasar terhadap inflasi yang memengaruhi pola belanja konsumen.

