Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Trae Young Sempat Menangis Menelang Ditukar Hawks

    January 12, 2026

    Hasilkan 21 Rekomendasi, Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP

    January 12, 2026

    Viral Tunanetra Kecebur ke Got Diduga Tak Didampingi Petugas, Ini Penjelasan Transjakarta : Okezone News

    January 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Program Presiden»Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset : Okezone Edukasi

    Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset : Okezone Edukasi

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 12, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email


    Lea, Wisudawati Cantik Raih Magister Terbaik ITB karena Rawat Sejarah Melalui Riset. (Foto: ITB)

    BANDUNG – Lea yang memiliki nama lengkap Aprilea Sofiastuti Ariadi  menjadi wisudawati Magister Terbaik Institut Teknologi Bandung (ITB).  

    Topik tesis wisudawan asal Semarang ini berangkat dari pengalaman profesional, kompetisi desain, hingga akhirnya berfokus pada kampung, yang menurutnya merupakan suatu entitas yang unik.

    Lea merupakan alumnus S1 Universitas Diponegoro dan sempat merintis karier di salah satu biro arsitektur di Kota Bandung. Lea yang menempuh pendidikan di Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) ITB ini terlibat dalam berbagai proyek publik. Mulai dari perancangan alun-alun hingga perpustakaan. 

    Selama kurang lebih lima tahun berkecimpung di dunia profesional, Lea merasakan besarnya tanggung jawab dalam mengerjakan proyek-proyek yang berdampak langsung pada masyarakat. Dari pengalaman tersebut, tumbuh dorongan untuk memperdalam keilmuannya. 

    “Kalau dari aku pribadi, (jadi) ingin belajar lebih banyak untuk memberi lebih banyak,” ujarnya, seperti dikutip dari laman UGM, Senin (12/1/2026). 

    Selain itu, terdapat pula persyaratan pendidikan lanjutan yang perlu dipenuhi untuk memperoleh legalitas profesi arsitek. Hal inilah yang mendorongnya melanjutkan studi Magister Arsitektur di ITB.

    Kembali ke dunia akademik membuat Lea merasakan perbedaan yang cukup signifikan dengan dunia profesional. 

    Menurutnya, ruang akademik memberi kebebasan eksplorasi gagasan namun masih dalam bimbingan dosen, berbeda dengan praktik profesional yang dipengaruhi berbagai faktor eksternal seperti anggaran dan kebutuhan klien.

    Selama studi, ia memperoleh banyak pengalaman berkesan, termasuk berinteraksi dengan mahasiswa lintas angkatan yang “lebih fresh di ideanya, referensi-referensinya,” tuturnya. 

    Dia juga mendapat kesempatan mengikuti beberapa studio bersama exchange student, yang memberinya pengalaman kolaborasi lintas budaya dan perspektif.

    Kompetisi Design di Singapura 

    Perjalanan Lea menuju topik tesisnya bermula saat mengikuti kompetisi desain di Singapura. Kompetisi tersebut menantangnya merancang sebuah pulau besar dengan tujuan menghidupkan kembali spirit kehangatan dan humanisme melalui arsitektur. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi yang pertama kalinya merancang skala yang sebesar itu. 

    “Itu benar-benar besar banget dan ternyata skala itu harusnya multidisiplin, ada rancang kota, ada Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) segala macam. Tapi karena waktu itu kita hanya dari arsitektur saja, jadi yang didesain arsitekturnya,” katanya.

    Pengalaman tersebut mendorong Lea memperluas sudut pandangnya. Dia kemudian mengikuti workshop bersama dosen-dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) ITB dan terjun langsung ke Kampung Lebak Siliwangi untuk melakukan wawancara serta pemetaan. Dari sana, ketertarikannya pada kampung sebagai entitas permukiman semakin menguat.

    “Permukiman manusia itu bermula dari kampung, bahkan di kota pun kampung itu masih ada. Dan sebenarnya, kampung (adalah) suatu entitas yang unik,” tuturnya.

     



    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Viral Tunanetra Kecebur ke Got Diduga Tak Didampingi Petugas, Ini Penjelasan Transjakarta : Okezone News

    January 12, 2026

    Ledakan Tabung Gas di Perayaan Pernikahan Tewaskan 8 Orang, Termasuk Pasangan Pengantin : Okezone News

    January 12, 2026

    BYD Siapkan Sub Brand Baru Khusus Taksi Online : Okezone Ototekno

    January 12, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Trae Young Sempat Menangis Menelang Ditukar Hawks

    Berita Olahraga January 12, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Basket NBA: Masa bakti Trae Young bersama Atlanta Hawks secara resmi berakhir pada…

    Hasilkan 21 Rekomendasi, Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP

    January 12, 2026

    Viral Tunanetra Kecebur ke Got Diduga Tak Didampingi Petugas, Ini Penjelasan Transjakarta : Okezone News

    January 12, 2026

    Eks Komisaris Swasta Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Jual Beli Gas PGN

    January 12, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Trae Young Sempat Menangis Menelang Ditukar Hawks

    January 12, 2026

    Hasilkan 21 Rekomendasi, Megawati Resmi Tutup Rakernas I PDIP

    January 12, 2026

    Viral Tunanetra Kecebur ke Got Diduga Tak Didampingi Petugas, Ini Penjelasan Transjakarta : Okezone News

    January 12, 2026

    Eks Komisaris Swasta Divonis 5 Tahun Penjara Korupsi Jual Beli Gas PGN

    January 12, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.