Hingga pukul 15.00 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat genangan masih terjadi di 29 RT yang tersebar di empat wilayah kota, serta merendam 41 ruas jalan utama maupun lingkungan permukiman.
Wilayah Jakarta Selatan menjadi daerah terdampak paling luas dengan total 20 RT tergenang. Genangan terparah tercatat di Kelurahan Pejaten Timur dengan ketinggian air mencapai 110 sentimeter, disusul Cilandak Timur yang terendam hingga 95 sentimeter.
Banjir di kawasan ini dipicu kombinasi curah hujan tinggi dan luapan Kali Krukut yang tidak mampu menampung debit air dari hulu. Sejumlah kelurahan lain seperti Pondok Labu, Cipete Utara, Pela Mampang, Duren Tiga, dan Cilandak Barat juga terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 80 sentimeter.
Di Jakarta Barat, genangan tercatat di enam RT yang berada di Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Rawa Buaya. Ketinggian air di kawasan ini mencapai 70 sentimeter akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari.
Sementara itu, Jakarta Utara mencatat dua RT tergenang di Kelurahan Tanjung Priok dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Di Jakarta Timur, genangan terjadi di satu RT di Kelurahan Rawa Terate dengan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. BPBD melaporkan satu RT di Kelurahan Tengah telah dinyatakan surut.
Selain permukiman warga, genangan juga melumpuhkan aktivitas lalu lintas di puluhan ruas jalan. Sejumlah jalan protokol dan akses penghubung di wilayah Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, hingga Jakarta Timur tergenang dengan ketinggian air berkisar 10 hingga 50 sentimeter.
Meski demikian, BPBD mencatat beberapa ruas jalan strategis seperti Jalan Hayam Wuruk, Jalan Letjen Suprapto, Jalan Pangeran Jayakarta, hingga kawasan Jagakarsa telah berangsur surut dan dapat dilalui kembali.
BPBD DKI Jakarta terus mengerahkan personel di lapangan untuk memantau kondisi genangan sekaligus melakukan penanganan darurat. Pemerintah kota dan aparat kelurahan setempat juga disiagakan untuk menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga terdampak.
Koordinasi dilakukan bersama Dinas Sumber Daya Air, Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan guna mempercepat penyedotan air, memastikan pompa berfungsi optimal, serta menjaga aliran tali-tali air tetap lancar.
BPBD menargetkan genangan dapat surut dalam waktu cepat seiring berkurangnya intensitas hujan. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan lanjutan, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan banjir. Dalam kondisi darurat, warga diminta segera menghubungi layanan kedaruratan 112 yang beroperasi gratis selama 24 jam.

