Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lima Daerah di Jatim Terendam Banjir, Lamongan Terparah

    January 13, 2026

    Haru Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siap Kirim Siswa ke LN

    January 13, 2026

    Jadi Rekor Penjualan Klub, Aston Villa Resmi Rekrut Gelandang Chelsea

    January 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    Pemerintah Harus Usut Dugaan Manipulasi Pajak Perusahaan Asing

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 12, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Terkait itu, Ketua MPP PKS Mulyanto menilai, informasi yang disampaikan Menteri Purbaya harus menjadi alarm nasional bahwa ada sistem perpajakan dan administrasi kependudukan yang bisa dimanipulasi oleh perusahaan asing. 


    “Jika satu perusahaan saja berpotensi merugikan negara hingga triliunan rupiah per tahun maka Pemerintah patut menduga masih ada kebocoran serupa di sektor lain,” kata Mulyanto dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin malam, 12 Januari 2026. 

    “Apalagi hari ini kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berada dalam posisi yang sangat ketat. Dengan defisit mendekati 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), batas maksimal yang diatur undang-undang maka artinya ruang fiskal negara semakin sempit dan harus dijaga secara disiplin,” tambahnya. 



    Dalam situasi seperti ini, ungkap Mulyanto, setiap kebocoran penerimaan negara, baik pajak maupun PNBP – bukan lagi persoalan administratif, melainkan ancaman serius terhadap kesehatan fiskal dan kepatuhan pada konstitusi. Negara tidak boleh lalai, apalagi permisif.

    Anggota Komisi Energi DPR RI Periode 2019-2024 ini menjelaskan sektor industri manufatur, termasuk pertambangan dan mineral, termasuk nikel, emas, tembaga, batubara, dan baja – merupakan sektor bernilai besar namun juga rawan praktik penghindaran pajak, transfer pricing dan pelaporan produksi yang tidak transparan. 

    Dalam kondisi defisit mendekati batas UU, sektor ini harus menjadi prioritas penertiban.

    “Jika praktik penghindaran pajak oleh perusahaan besar dibiarkan maka negara akan dipaksa memilih jalan yang tidak adil: menambah utang atau mengorbankan belanja sosial, sementara korporasi besar menikmati keuntungan tanpa kontribusi yang layak,” jelasnya. 

    “Karena itu, saya mendorong pemerintah untuk segera membentuk satuan tugas nasional penertiban pajak dan PNBP sektor mineral, melibatkan Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Imigrasi, Dukcapil, Bea Cukai, serta aparat penegak hukum,” tegas Mulyanto. 

    “Pemerintah perlu melakukan audit menyeluruh berbasis rantai nilai, bukan hanya laporan keuangan di atas kertas. Volume produksi, ekspor, harga jual, afiliasi perusahaan, hingga kepatuhan tenaga kerja harus diperiksa secara terintegrasi dan transparan,” imbuhnya. 

    Mulyanto minta Pemerintah memberi sanksi tegas dan progresif terhadap para pelaku pelanggaran mulai dari pencabutan insentif fiskal, pembekuan izin usaha, hingga proses hukum bila ditemukan unsur pidana. 

    Penegakan hukum yang adil justru akan memperkuat iklim investasi yang sehat dan berkeadilan.

    “Di saat yang sama, negara harus menyampaikan pesan yang jelas kepada dunia usaha: Indonesia terbuka terhadap investasi, tetapi tidak mentoleransi penghindaran pajak, manipulasi administrasi, dan pelanggaran hukum. Kepatuhan adalah syarat utama berusaha di negeri ini.

    “Menutup kebocoran penerimaan negara, khususnya di sektor mineral adalah langkah paling rasional untuk menjaga defisit APBN tetap konstitusional, melindungi kepentingan rakyat, dan memperkuat kedaulatan fiskal negara. Negara harus tegas kepada yang besar, agar adil kepada seluruh rakyat,” tandasnya.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Lima Daerah di Jatim Terendam Banjir, Lamongan Terparah

    January 13, 2026

    Presiden dan DPR Harus Bijak Sikapi Isu Pilkada Via DPRD

    January 13, 2026

    Pramono Pastikan Bongkar Tiang Monorel Mangkrak Besok Pagi

    January 13, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Lima Daerah di Jatim Terendam Banjir, Lamongan Terparah

    Berita Nasional January 13, 2026

    Surabaya, CNN Indonesia — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur melaporkan sejumlah wilayah masih terendam…

    Haru Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siap Kirim Siswa ke LN

    January 13, 2026

    Jadi Rekor Penjualan Klub, Aston Villa Resmi Rekrut Gelandang Chelsea

    January 13, 2026

    Presiden dan DPR Harus Bijak Sikapi Isu Pilkada Via DPRD

    January 13, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Lima Daerah di Jatim Terendam Banjir, Lamongan Terparah

    January 13, 2026

    Haru Presiden Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Siap Kirim Siswa ke LN

    January 13, 2026

    Jadi Rekor Penjualan Klub, Aston Villa Resmi Rekrut Gelandang Chelsea

    January 13, 2026

    Presiden dan DPR Harus Bijak Sikapi Isu Pilkada Via DPRD

    January 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.