Dalam sebuah laporan yang dikutip dari Dow Jones Newswires, ekonom OCBC menyebut Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Vietnam berpotensi mencatat pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Faktor utama perlambatan ini berasal dari melemahnya kinerja ekspor ke Amerika Serikat, seiring berkurangnya dampak frontloading yang sebelumnya sempat mendorong lonjakan aktivitas perdagangan.
Dari sisi domestik, permintaan dalam negeri di Malaysia dan Vietnam diproyeksikan tetap bertahan, meski tidak sekuat pada 2025. Sementara itu, pemulihan ekonomi Indonesia dan Filipina dinilai akan sangat bergantung pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam menjaga dan meningkatkan kepercayaan konsumen serta pelaku usaha.
Adapun Thailand menghadapi tantangan tersendiri. Rencana penyelenggaraan pemilihan umum berpotensi memicu ketidakpastian politik yang dapat menekan permintaan domestik dan menahan laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut pada 2026.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

