Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Foto: PSSI)
JAKARTA – Pelatih baru Timnas Indonesia, John Herdman, mulai memetakan strategi untuk menghadapi padatnya kalender kompetisi tahun 2026. Mengingat Piala AFF tidak masuk dalam kalender resmi FIFA, pelatih asal Inggris ini memberikan isyarat kuat untuk menjadikan turnamen bergengsi di Asia Tenggara tersebut sebagai wadah unjuk gigi bagi para pemain muda dan talenta pelapis.
Piala AFF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli hingga 6 Agustus 2026 mendatang. Ini jadi turnamen kedua yang akan dijalani oleh Herdman bersama Timnas Indonesia setelah FIFA Series pada bulan Maret.
Sebagaimana diketahui, gelaran Piala AFF 2026 tidak masuk dalam agenda resmi FIFA. Sebab, periode FIFA Matchday hanya berlangsung pada Maret, Juni, September-Oktober, dan November.
Tentunya hal itu menjadi tantangan bagi Herdman karena sulit untuk menurunkan skuad terbaiknya. Mengingat, Piala AFF bukan agenda FIFA Matchday.
1. Tantangan Izin Klub
“Turnamen di bulan Juli dan Agustus adalah sesuatu yang berbeda. Akan sulit untuk membawa pemain tier 1 dan 2, karena mereka punya komitmen kepada klubnya, dan itu di luar kalender FIFA,” ucap Herdman dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Senayan, Selasa (13/1/2026).
Herdman menyiratkan tidak akan memaksakan kehadiran pemain-pemain inti yang merumput di luar negeri. Juru taktik asal Inggris itu ingin memanfaatkan Piala AFF 2026 sebagai ajang coba-coba pemain baru atau pelapis.
“Jadi, itulah pentingnya memiliki kolam talenta yang luas. Dan, saya pikir turnamen di Agustus yaitu AFF jadi sebuah kesempatan yang bagus untuk saya memahami seberapa dalam kolam talenta yang dimiliki Indonesia,” terang Herdman.

