Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Puji Skuad Napoli, Antonio Conte: Kalian Adalah Tim Yang Sesungguhnya

    January 13, 2026

    Bonatua Bahagia Usai Menangkan Gugatan Sengketa Ijazah Jokowi

    January 13, 2026

    Jelang PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares: Wajib Hasil Positif! : Okezone Bola

    January 13, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Jauhkan Diri dari Taklid Buta terhadap Tokoh

    Jauhkan Diri dari Taklid Buta terhadap Tokoh

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 13, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Misalnya, sejumlah pengagum Eggi Sudjana, yang belakangan merasa kecewa karena sang idola sowan ke rumah Joko Widodo alias Jokowi. 


    Ada pula orang-orang yang sibuk mencari dalih komando. Entah dari tokoh atau ulama tertentu. 

    Sehingga, saat ulama atau tokoh tertentu belum berfatwa, orang orang semacam ini hanya diam berpangku tangan meskipun kezaliman begitu telanjang dan merajalela.



    Biasanya, orang seperti ini latah bersuara “tunggu komando ulama”.

    Adapula, yang berdalih ‘persatuan’, sehingga meminta pejuang yang istikamah untuk mentolelir pengkhianatan demi dalih persatuan. 

    Padahal, menghimpun para pengkhianat tidak menambah kekuatan melainkan justru melemahkan dan menghambat (menghijab) turunnya pertolongan Allah SWT dan kemenangan.

    Lalu, apa komando kita? Apa rujukan perjuangan kita?

    Nah, dalam konteks itulah penulis ingin menyampaikan bahwa komando perjuangan itu adalah Syariah Islam. Syariah Islam dengan hukum yang lima (Al Ahkam Al Khomsah) menjadi rujukan.

    Jika suatu perkara itu wajib, tanpa menunggu komando ulama atau seruan tokoh, maka harus segera dilaksanakan.

    Jika suatu perkara itu haram, meskipun ada komando ulama atau seruan tokoh, maka tetap harus segera ditinggalkan.

    Jika suatu perkara itu sunnah, maka dengan atau tanpa komando ulama atau seruan tokoh, sedapat mungkin dilaksanakan.

    Jika suatu perkara itu makruh, maka dengan atau tanpa komando ulama atau seruan tokoh, sedapat mungkin perkara itu tidak dilaksanakan.

    Jika suatu perkara itu mubah, maka dengan atau tanpa komando ulama atau seruan tokoh, kita semua boleh melakukannya. Boleh juga meninggalkannya.

    Adapun tindakan pengkhianatan, mendatangi musuh Islam, mendatangi orang yang berlumuran darah enam syuhada KM 50, orang yang 10 tahun lebih memporak-porandakan perdamaian negeri, membubarkan FPI dan mencabut BHP FPI, pelaku korupsi, mengkriminalisasi para ulama dan aktivis, melakukan berbagai kecurangan dan kebohongan, jelas haram hukumnya mendatangi rumahnya.

    Tak bisa berdalih apa pun. Tak perlu menunggu komando dari siapa pun. Perbuatan tersebut jelas bertentangan dengan syari’at Islam dan jelas kemaksiatan yang nyata.

    Jadi, hari ini siapa pun orang yang mengaku ulama, mengaku tokoh, jika amal dan omongannya bertentangan dengan syari’at Islam, cukuplah untuk kita kesampingkan. 

    Sebaliknya, meskipun seruan itu hanya dari seorang rakyat jelata, jika itu seruan keadilan, seruan untuk melawan kezaliman, seruan untuk jujur dan amanah, setia pada perjuangan dan menjauhi pengkhianatan, maka kita wajib mentaati. 

    Bukan karena faktor rakyat jelata, namun karena seruan itu esensinya adalah seruan dari syari’at Islam.

    Ahmad Khozinudin
    Sastrawan Politik 





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Bonatua Bahagia Usai Menangkan Gugatan Sengketa Ijazah Jokowi

    January 13, 2026

    Korupsi Tanpa Mencuri

    January 13, 2026

    Prabowo Kerap Pimpin Rapat Kabinet Sambil Menangis

    January 13, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Puji Skuad Napoli, Antonio Conte: Kalian Adalah Tim Yang Sesungguhnya

    Berita Olahraga January 13, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Pelatih Napoli, Antonio Conte, memberikan pujian kepada para pemainnya meski ia…

    Bonatua Bahagia Usai Menangkan Gugatan Sengketa Ijazah Jokowi

    January 13, 2026

    Jelang PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares: Wajib Hasil Positif! : Okezone Bola

    January 13, 2026

    Ole Werner Pastikan Kesiapan RB Leipzig Hadapi Freiburg

    January 13, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Puji Skuad Napoli, Antonio Conte: Kalian Adalah Tim Yang Sesungguhnya

    January 13, 2026

    Bonatua Bahagia Usai Menangkan Gugatan Sengketa Ijazah Jokowi

    January 13, 2026

    Jelang PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares: Wajib Hasil Positif! : Okezone Bola

    January 13, 2026

    Ole Werner Pastikan Kesiapan RB Leipzig Hadapi Freiburg

    January 13, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.