Awas Ketergantungan Perawatan Kulit dan Pentingnya Edukasi bagi Masyarakat (Foto: Freepik)
JAKARTA – Di tengah maraknya tren perawatan kulit yang menjanjikan hasil instan, muncul fenomena lain yang kerap luput dari perhatian, yakni ketergantungan terhadap perawatan kulit intensif. Tidak sedikit orang merasa kondisi kulitnya akan langsung memburuk apabila berhenti menjalani rutinitas perawatan tertentu.
Pola ini menimbulkan kekhawatiran baru di masyarakat, khususnya di kalangan pengguna layanan kecantikan yang menjadikan perawatan kulit sebagai kebutuhan jangka panjang, bukan lagi sebagai upaya perawatan yang terukur.
Secara medis, kulit sejatinya memiliki kemampuan alami untuk memperbaiki dan menyeimbangkan diri. Namun, penggunaan produk maupun tindakan perawatan secara berlebihan justru dapat mengganggu mekanisme adaptasi alami tersebut.
Fenomena ini tergambar dari kisah seorang perempuan yang mengaku kecanduan penggunaan skincare abal-abal. Pemilik akun media sosial bernama Mayaouldina membagikan pengalamannya saat pertama kali menggunakan krim yang banyak diiklankan. Karena tergiur klaim hasil cepat, ia mempercayai produk tersebut. Pada awal pemakaian, kulit wajahnya berubah drastis menjadi lebih putih dan glowing. Hasil instan itu membuatnya terus menggunakan produk tersebut hingga akhirnya mengalami ketergantungan.
Dalam sejumlah kasus, kulit yang terlalu sering terpapar perawatan agresif menjadi “terbiasa” dengan perlakuan tertentu. Akibatnya, muncul persepsi bahwa tanpa perawatan intensif, kondisi kulit akan langsung menurun. Persepsi ini kerap berkembang tanpa pemahaman menyeluruh mengenai kebutuhan kulit yang sebenarnya.
Para ahli kesehatan kulit menegaskan pentingnya pendekatan yang rasional dan berbasis edukasi. Tidak semua permasalahan kulit memerlukan tindakan agresif dan berulang. Saat kondisi kulit sudah stabil, perawatan dasar yang sederhana dan konsisten justru lebih efektif untuk menjaga keseimbangan alami kulit.
Edukasi pun menjadi kunci agar masyarakat memahami kapan harus melakukan perawatan khusus dan kapan cukup dengan perawatan dasar.

