Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Emma Raducanu Kalahkan Camila Osorio Di Hobart

    January 14, 2026

    Dengan Komitmen, Presiden Prabowo Buktikan Swasembada Pangan

    January 14, 2026

    Amran Usul Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pulihkan Pertanian Sumatera : Okezone Economy

    January 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Goldman Sachs Ingatkan Risiko Tersembunyi di Balik Kilau Emas

    Goldman Sachs Ingatkan Risiko Tersembunyi di Balik Kilau Emas

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 14, 2026No Comments1 Min Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Goldman Sachs mencatat emas pernah mengalami penurunan nilai (drawdown) hingga 70 persen. Angka ini jauh lebih berisiko dibandingkan obligasi pemerintah AS yang lebih stabil sebagai bantalan portofolio.


    Secara historis, pergerakan harga emas lebih fluktuatif dibandingkan saham AS, dengan potensi kerugian yang jauh lebih dalam saat tren berbalik.

    Emas hanya terbukti efektif melawan inflasi dalam sekitar 50 persen periode 20 tahunan. Sebaliknya, saham AS secara konsisten lebih mampu melampaui inflasi dalam jangka panjang.



    Dibandingkan emas, saham AS dianggap sebagai pendorong pertumbuhan kekayaan yang lebih andal karena didukung oleh fundamental laba perusahaan.

    Sentimen “serbu emas” terlihat dari aliran dana masuk sebesar 950 juta ke ETF SPDR Gold Shares (GLD) dalam satu hari saja di awal pekan ini. Meskipun performa emas melampaui pasar saham di awal 2026, Goldman Sachs tetap menyarankan posisi overweight pada saham AS selama resesi belum membayangi.

    Lonjakan harga emas saat ini lebih dipicu oleh sentimen geopolitik dan ekspektasi suku bunga, namun secara fundamental, risiko penurunan jangka panjangnya tetap tinggi bagi investor ritel yang hanya mengejar tren.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Dengan Komitmen, Presiden Prabowo Buktikan Swasembada Pangan

    January 14, 2026

    Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun Imbas Bencana

    January 14, 2026

    Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

    January 14, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Emma Raducanu Kalahkan Camila Osorio Di Hobart

    Berita Olahraga January 14, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Tenis: Emma Raducanu dan Iva Jovic menempuh jalur yang berbeda dalam pertandingan mereka…

    Dengan Komitmen, Presiden Prabowo Buktikan Swasembada Pangan

    January 14, 2026

    Amran Usul Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pulihkan Pertanian Sumatera : Okezone Economy

    January 14, 2026

    25 Desa di Kudus Banjir, 15 Ribu KK Terdampak

    January 14, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Emma Raducanu Kalahkan Camila Osorio Di Hobart

    January 14, 2026

    Dengan Komitmen, Presiden Prabowo Buktikan Swasembada Pangan

    January 14, 2026

    Amran Usul Tambahan Anggaran Rp5,1 Triliun untuk Pulihkan Pertanian Sumatera : Okezone Economy

    January 14, 2026

    25 Desa di Kudus Banjir, 15 Ribu KK Terdampak

    January 14, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.