Timnas Sepakbola Amputasi Indonesia siap bersaing di International Challenge Cup 2026. (Foto: KBRI Tokyo)
TOKYO – Semangat juang tinggi dibawa oleh rombongan Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Amputasi Indonesia saat menginjakkan kaki di Terminal 2 Bandara Haneda, Tokyo, pada Rabu (14/1/2026) petang waktu setempat. Kedatangan skuad Garuda ini bertujuan untuk memenuhi undangan bergengsi dalam kejuaraan International Challenge Cup (ICC) 2026 yang akan mempertemukan tim-tim tangguh dunia pada 16-18 Januari mendatang.
Kehadiran pahlawan olahraga ini disambut hangat oleh pihak KBRI Tokyo. Muhammad Al Aula, Koordinator Fungsi Penerangan Sosial Budaya KBRI Tokyo, menegaskan bahwa seluruh warga Indonesia di Jepang memberikan dukungan penuh bagi perjuangan tim nasional. Ia berharap Merah Putih bisa berkibar tinggi di tengah persaingan melawan tim-tim mapan dari Eropa dan Asia, sembari tetap menjunjung tinggi nilai fair play.
1. Target Runner-Up
Turnamen yang akan dipusatkan di Komazawa Olympic Park General Sports Ground ini menjadi ujian berat sekaligus panggung pembuktian bagi Indonesia. Skuad besutan PSAI ini dijadwalkan langsung berhadapan dengan tuan rumah Jepang di hari pertama.
Pada hari-hari berikutnya, Indonesia akan menantang dua kekuatan besar Eropa, yakni Polandia dan Spanyol.
Ketua Umum Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Indonesia (PSAI), Yudi Yahya, menyatakan optimisme tinggi terhadap kondisi fisik para pemainnya. Meski akan menghadapi Polandia dan Spanyol untuk pertama kalinya, Yudi mematok target yang cukup berani bagi timnya.
“Kami pastikan seluruh pemain dalam kondisi prima dan siap bertanding. Target kami minimal runner-up bisa tercapai,” ucap Yudi Yahya.

