Dikutip dari Reuters, Kamis, 15 Januari 2026, pada penutupan Rabu indeks Dow Jones turun 42,36 poin atau 0,09 persen ke 49.149,63. Indeks S&P 500 melemah 0,53 persen ke 6.926,60, sementara Nasdaq Composite anjlok 1,00 persen ke 23.471,75.
Tekanan pasar terutama datang dari sektor teknologi dan keuangan. Investor mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mulai beralih ke sektor yang dinilai lebih aman di tengah ketidakpastian pasar.
Saham perbankan turun setelah laporan kinerja kuartalan menunjukkan hasil yang beragam. Saham Wells Fargo merosot 4,6 persen karena laba kuartal keempat meleset dari ekspektasi, sementara Citigroup dan Bank of America juga melemah meski mencatat laba di atas perkiraan.
Sentimen negatif di sektor keuangan turut dipicu kekhawatiran atas rencana Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pembatasan suku bunga kartu kredit, meski analis menilai kebijakan tersebut belum tentu diterapkan.
Di sektor teknologi, investor melakukan rotasi dari saham-saham berharga mahal ke saham bernilai dan sektor defensif. Saham Broadcom dan Fortinet turun setelah laporan Reuters menyebut China membatasi penggunaan perangkat lunak keamanan siber buatan AS dan Israel.
Sebaliknya, sektor defensif dan energi menguat. Harga minyak sempat naik karena kekhawatiran pasokan dari Iran, sementara data ekonomi AS menunjukkan harga produsen sesuai perkiraan dan penjualan ritel melampaui ekspektasi, dengan pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali tahun ini.

