“Karena saya tidak pernah mengulang judul alias nggak pernah menggunakan judul yang sama,” ujar Pandji lewat kanal Youtube miliknya, Kamis, 15 Januari 2026.
Pandji menjelaskan, Mens Rea merupakan bagian dari rangkaian spesial show yang selalu hadir dengan judul berbeda. Ia menyamakan konsep tersebut dengan album musik yang terus berganti nama di setiap rilisan.
“Walaupun ada juga komika yang pakai judul sama, tapi kalau saya enggak pernah,” jelasnya.
Menurut Pandji, pertanyaan yang lebih tepat bukanlah apakah akan ada Mens Rea lagi, melainkan apakah dirinya akan kembali menggelar pertunjukan stand up comedy spesial atau konser tunggal komedi di masa depan.
“Lebih spesifik lagi apakah Pandji akan stand up ngomongin politik lagi,” kata Panji.
Ia memastikan, spesial show stand up comedy tetap akan ia lakukan. Pandji mengungkapkan, proses kreatif sebuah pertunjukan berdurasi panjang membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Kemarin di Mens Rea durasinya dua jam. Itu setahun lebih nulisnya. Jadi butuh waktu untuk mengumpulkan pertunjukan yang solid berdurasi dua jam kurang lebih,” ungkapnya.
Pandji menambahkan, materi komedi tidak bisa langsung matang tanpa diuji berulang kali di berbagai panggung.
Terkait tema, Pandji menegaskan bahwa isu politik hampir pasti akan kembali menjadi bahan dalam karya-karyanya ke depan, karena itu merupakan topik yang paling dekat dengan dirinya.
“Apakah Pandji akan membuat spesial lagi atau konser tunggal komedi lagi? Akan. Apakah temanya akan politik? Pasti akan, karena itu yang dekat sama saya,” tegasnya.
Pertunjukan Mens Rea sendiri menuai kontroversi dan berujung pada laporan ke Polda Metro Jaya, menyusul materi komedi Panji yang menyinggung isu organisasi. Namun demikian, Pandji menegaskan hal tersebut tidak menyurutkan langkahnya untuk tetap berkarya melalui stand up comedy.

