Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Eks Sekjen Kemnaker Diduga Terima Uang Peras TKA Meski Sudah Pensiun

    January 15, 2026

    Kritik Tajam Barton ke Anthony Gordon: Terlalu Banyak Gaya, Minim Dampak

    January 15, 2026

    Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji

    January 15, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Independensi Lembaga Negara Makin Tergerus

    Independensi Lembaga Negara Makin Tergerus

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 15, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Demikian disampaikan Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM), Prof. Zainal Arifin Mochtar dalam pidato pengukuhannya di Kampus UGM, Yogyakarta, Kamis 15 Januari 2026.


    “Apa yang terjadi belakangan di republik ini menunjukkan adanya jarak antara apa yang kita ajarkan di ruang kelas dan realitas yang terjadi di lapangan,” kata Zainal.

    Zainal menjelaskan, fokus kajiannya tidak diarahkan pada relasi eksekutif dan legislatif karena kedua cabang kekuasaan tersebut berada dalam satu rumpun kekuasaan yang saling terkait erat. Selain sama-sama berangkat dari mekanisme pemilihan umum, relasi antara eksekutif dan legislatif juga telah banyak dikaji dan memiliki pola tersendiri menurut berbagai literatur.



    Pasca-demokratisasi gelombang ketiga, salah satu perkembangan paling signifikan adalah lahirnya berbagai lembaga negara independen. Kehadiran lembaga-lembaga negara independen tersebut, dijelaskan dalam konteks negara yang tengah bertransisi dari rezim otoritarian menuju demokrasi, merupakan respons atas krisis kepercayaan terhadap lembaga-lembaga politik konvensional.

    “Di Indonesia, fenomena ini menjadi sangat menonjol pasca-reformasi ‘98. Lembaga negara independen bermunculan seperti cendawan di musim hujan,” kata Zainal.

    Corak baru yang dimaksud olehnya tercermin dari munculnya pandangan mengenai lahirnya cabang-cabang kekuasaan baru dalam struktur pemerintahan. Sebagian kalangan menyebut adanya empat cabang kekuasaan, sementara lainnya mengemukakan konsep lima cabang kekuasaan atau The New Separation of Power, bahkan hingga enam cabang kekuasaan yang dikenal sebagai The Newest Separation of Power.

    Keberadaan lembaga-lembaga seperti Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Konstitusi (MK), Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), Ombudsman, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), dan sejumlah lembaga sejenis lainnya merupakan manifestasi dari tren tersebut. Fenomena ini menandai menguatnya peran unelected bodies pasca-demokratisasi gelombang ketiga.

    “Kalau kita lihat, kehadiran unelected bodies tersebut menunjukkan bahwa demokratisasi di Indonesia tidak hanya berwujud dalam liberalisasi politik dan pemilu, tetapi juga pembangunan institusi-institusi pengawasan yang memperkuat prinsip checks and balances,” kata Zainal.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Eks Sekjen Kemnaker Diduga Terima Uang Peras TKA Meski Sudah Pensiun

    January 15, 2026

    Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji

    January 15, 2026

    Eggi-Damai Sangat Ingin Kunci Rapat Pertemuan dengan Jokowi

    January 15, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Eks Sekjen Kemnaker Diduga Terima Uang Peras TKA Meski Sudah Pensiun

    Berita Nasional January 15, 2026

    Jakarta, CNN Indonesia — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan era…

    Kritik Tajam Barton ke Anthony Gordon: Terlalu Banyak Gaya, Minim Dampak

    January 15, 2026

    Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji

    January 15, 2026

    Galatasaray Ajukan Tawaran untuk Fofana ke Milan

    January 15, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Eks Sekjen Kemnaker Diduga Terima Uang Peras TKA Meski Sudah Pensiun

    January 15, 2026

    Kritik Tajam Barton ke Anthony Gordon: Terlalu Banyak Gaya, Minim Dampak

    January 15, 2026

    Omong Kosong Jokowi Tak Tahu Kasus Kuota Haji

    January 15, 2026

    Galatasaray Ajukan Tawaran untuk Fofana ke Milan

    January 15, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.