Dunia olahraga Amerika Serikat berduka atas wafatnya Jim Hartung, mantan pesenam Olimpiade yang menjadi bagian penting dari sejarah senam putra AS.
Hartung meninggal dunia pada Sabtu malam (13/1) di usia 65 tahun, sebagaimana diumumkan oleh University of Nebraska. Hingga kini, pihak universitas tidak mengungkapkan penyebab kematiannya.
Jim Hartung dikenal luas sebagai anggota tim senam putra Amerika Serikat yang meraih medali emas Olimpiade Los Angeles 1984.
Prestasi tersebut menjadi satu-satunya emas Olimpiade sepanjang sejarah senam putra AS.
Dalam ajang itu, Hartung tampil bersama nama-nama besar seperti Bart Conner, Tim Daggett, Mitch Gaylord, Scott Johnson, dan Peter Vidmar.
Selain membawa pulang emas beregu, Hartung juga tampil di final nomor lompat meja secara individu.
Pihak University of Nebraska, tempat Hartung mengabdi selama puluhan tahun, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga dan semua pihak yang pernah disentuh dedikasi Hartung di dunia senam.
Dalam pernyataan resminya, departemen atletik Nebraska menyebut Hartung sebagai legenda sejati Husker, yang pengaruh dan warisannya akan terus hidup selama beberapa dekade ke depan.
Universitas juga memastikan dukungan penuh bagi atlet dan staf pelatih senam putra di tengah masa sulit ini.
Sebelum meraih kejayaan di Olimpiade 1984, Hartung sebenarnya sudah terpilih sebagai anggota tim Olimpiade AS 1980.
Namun, ia tidak sempat bertanding akibat boikot Amerika Serikat terhadap Olimpiade Moskow.
Empat tahun kemudian, ia akhirnya menuntaskan mimpinya di Los Angeles dengan pencapaian bersejarah.
Karier Jim Hartung di tingkat perguruan tinggi juga luar biasa. Membela Nebraska pada periode 1979–1982, ia mengoleksi 22 penghargaan All-America dan tujuh gelar juara individu NCAA.
Ia menjadi juara all-around NCAA pada 1981 dan 1982, serta memimpin Cornhuskers meraih empat gelar juara tim NCAA berturut-turut dari 1979 hingga 1982.
Pada 1982, Hartung juga mencatat sejarah sebagai penerima pertama Nissen-Emery Award dari Nebraska, penghargaan untuk pesenam senior terbaik di Amerika Serikat.
Setelah pensiun sebagai atlet, Hartung tetap mengabdikan hidupnya untuk senam.
Ia hampir satu dekade menjadi pelatih tamu tim nasional AS dan juga berkiprah sebagai juri senam internasional.
Selama 19 tahun terakhir, ia menjabat sebagai asisten pelatih di University of Nebraska, membimbing generasi baru pesenam.
Jim Hartung meninggalkan empat orang anak. Kepergiannya menutup perjalanan seorang atlet, pelatih, dan figur penting yang telah memberikan kontribusi besar bagi kejayaan senam Amerika Serikat.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/olahraga-lain/legenda-senam-as-jim-hartung-meninggal-dunia-pada-usia-65-tahun

