Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Alvaro Arbeloa Fokus dan Termotivasi Lawan Levante

    January 16, 2026

    Pengacara Ungkap Pertemuan Eggi dengan Jokowi, Tak Disuruh Minta Maaf dan Akui Ijazah : Okezone News

    January 16, 2026

    Marc Guehi Pilih Manchester City, Madrid dan Barca Gagal

    January 16, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Teknologi»JK Sebut Kritik dan Pendapat Kritis Wajar di Negara Demokrasi

    JK Sebut Kritik dan Pendapat Kritis Wajar di Negara Demokrasi

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 16, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Sleman, CNN Indonesia —

    Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Jusuf Kalla alias JK menilai pendapat kritis meruapakan hal yang wajar di sebuah negara demokrasi.

    Pernyataan itu JK sampaikan saat ditanya mengenai sosok Zainal Arifin Mochtar alias Uceng yang kerap kali melontarkan kalimat kritis terhadap negara. Bahkan Uceng dikenal pula sebagai salah satu akademisi yang terlibat dalam film dokumenter Dirty Vote dan Dirty Vote 2.

    JK berada di sana  sebagai salah satu tamu acara pengukuhan Uceng sebagai guru besar hukum tata negara di Balai Senat Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, DIY, Kamis (15/1).



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Ya, ini negara demokrasi, orang masyarakat …. itu tentu diharapkan memberikan suatu kritikan apabila dibutuhkan,” kata JK kepada awak media di lokasi.





    Pada kesempatan itu, JK berharap pemikiran-pemikiran Uceng yang disampaikan saat pidato pengukuhan guru besar juga bisa berkontribusi untuk memajukan bangsa ini.

    “Harapan pemikiran-pemikiran yang telah disampaikan tadi juga sebelumnya banyak sekali. Itu tentu bermanfaat kepada kita semua untuk kemajuan bangsa ini, untuk kepada jalur yang benar dalam berdemokrasi,” harap JK.

    “Saya ucapkan selamat kepada Profesor Mochtar,” kata dia yang juga pernah menjadi pucuk kepemimpinan Partai Golkar itu.

    Dalam pidato pengukuhannya sebagai Guru Besar UGM, Uceng mengangkat tema Konservatisme yang Menguat Dan Independensi Lembaga Negara Yang Melemah: Mencari Relasi Dan Mendedah Jalan Perbaikan.

    Dalam pidato pengukuhannya, Uceng turut mempersembahkan gelar guru besar ini kepada seluruh orang yang tertindas hingga para aktivis yang masih ditahan.

    “Kepada seluruh orang yang sedang tertindas, pencari keadilan, pembaharu di tengah kesumpekan, orang-orang yang ditahan dengan sewenang-wenang, teman-teman aktivis yang masih menjadi tersangka dan orang-orang yang kesusahan dan orang yang sedang dalam kesempitan, semoga saya tetap istiqomah mempersembahkan kepada mereka,” kata Uceng.

    Pidato Uceng secara garis besar membahas melemahnya independensi lembaga negara independen di tengah menguatnya arus konservatisme global dan nasional.

    Dia bilang pidato itu berangkat dari kegelisahan akademik bahwa ada jurang antara nilai demokrasi dan hukum yang diajarkan di ruang kelas dengan praktik ketatanegaraan yang terjadi di lapangan. Dunia saat ini, katanya,  termasuk Indonesia sedang mengalami pergeseran menuju konservatisme, populisme, dan otoritarianisme elektoral yang berdampak langsung pada tergerusnya independensi lembaga yudisial dan lembaga pengawas.

    Di Indonesia, pelemahan lembaga independen diperparah oleh desain politik dan praktik elit. Lembaga independen menjadi arena kontestasi kepentingan politik, bergantung pada proses seleksi, pembiayaan, dan keputusan legislasi serta putusan Mahkamah Konstitusi. Kasus revisi UU KPK menjadi contoh nyata bagaimana lembaga independen dilemahkan bukan karena gagal, tetapi karena terlalu efektif mengganggu kenyamanan kekuasaan. Masalah utamanya bukan hanya desain kelembagaan, melainkan cara elite memahami dan memperlakukan makna independensi itu sendiri.

    Sebagai jalan ke depan, Uceng mengatakan pidatonya menegaskan bahwa perlindungan demokrasi tidak cukup melalui perbaikan hukum dan institusi semata. Diperlukan pendekatan yang lebih luas: struktural, politik-ekonomi, penguatan masyarakat sipil, serta keterlibatan faktor eksternal seperti tekanan dan nilai demokratis dari komunitas internasional.

    Demokrasi tidak boleh menjadi proyek elitis, melainkan harus dikembalikan ke ruang publik. Melindungi lembaga negara independen dan demokrasi adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya tugas akademisi atau praktisi hukum, melainkan panggilan bersama seluruh warga negara.

    (kum/kid)


    [Gambas:Video CNN]





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Ahok dan Ignasius Jonan Bakal Jadi Saksi di Sidang Anak Riza Chalid

    January 16, 2026

    Eks Sekjen Kemenaker Diduga Tampung Uang Korupsi di Rekening Kerabat

    January 16, 2026

    Kapal Wisata Kandas di Raja Ampat, Pemerintah Bentuk Tim Investigasi

    January 16, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Alvaro Arbeloa Fokus dan Termotivasi Lawan Levante

    Berita Olahraga January 16, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Spanyol: Manajer Real Madrid, Alvaro Arbeloa, menghadapi media menjelang pertandingan penting La…

    Pengacara Ungkap Pertemuan Eggi dengan Jokowi, Tak Disuruh Minta Maaf dan Akui Ijazah : Okezone News

    January 16, 2026

    Marc Guehi Pilih Manchester City, Madrid dan Barca Gagal

    January 16, 2026

    John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Hamka Hamzah: Jangan Ada Campur Tangan! : Okezone Bola

    January 16, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Alvaro Arbeloa Fokus dan Termotivasi Lawan Levante

    January 16, 2026

    Pengacara Ungkap Pertemuan Eggi dengan Jokowi, Tak Disuruh Minta Maaf dan Akui Ijazah : Okezone News

    January 16, 2026

    Marc Guehi Pilih Manchester City, Madrid dan Barca Gagal

    January 16, 2026

    John Herdman Resmi Jadi Pelatih Timnas Indonesia, Hamka Hamzah: Jangan Ada Campur Tangan! : Okezone Bola

    January 16, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.