Begitu menurut Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Patria Sjahrir dalam strategi peningkatan produktivitas.
Ia menegaskan, pembenahan harus dimulai dari SDM dan kejelasan etika.
“Pertama, kita harus memastikan SDM kita berstandar global, kelas dunia, tapi juga memberi kesempatan. Yang sudah ada, kita beri peluang,” ujarnya dalam podcast, dikutip Jumat, 16 Januari 2026.
“Tugas kita adalah memastikan bagaimana kita bisa bersaing dengan raksasa pangan dunia, karena solusinya memang dimulai dari SDM,” imbuhnya.
Pandu menambahkan, setelah fondasi SDM diperkuat, hal paling krusial berikutnya adalah memastikan tidak ada konflik kepentingan.
“Dua hal itu saja, menurut saya, produktivitas bisa langsung naik,” kata dia.
Menurut Pandu, barulah pada tahap selanjutnya teknologi berperan sebagai pengungkit tambahan, dengan kecerdasan buatan sebagai faktor paling menentukan. Meski demikian, adopsi AI juga membawa risiko kesenjangan baru.
“Penggunaan AI ini akan meningkatkan produktivitas secara masif, tetapi bisa menimbulkan jurang antara yang memiliki dan tidak memiliki, serta antara negara maju dan negara berkembang,” ujarnya.
Dengan strategi AI yang jelas dan tata kelola yang bersih, Indonesia berpeluang melompat jauh dalam produktivitas, bukan sekadar mengejar ketertinggalan.

