Dikutip dari Reuters, Sabtu 17 Januari 2026, harga minyak mentah Brent pada Jumat ditutup naik 37 sen atau 0,58 persen ke level 64,13 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), naik 25 sen atau 0,42 persen menjadi 59,44 Dolar AS per barel.
Menurut John Kilduff, mitra di Again Capital LLC, sebagian besar kenaikan harga pada Jumat terjadi karena aksi beli menjelang libur panjang. Investor cenderung tidak ingin menahan posisi jual terbuka selama pasar tutup beberapa hari, terutama di tengah ketidakpastian geopolitik.
Kekhawatiran pasar sempat meningkat setelah adanya pergerakan kapal induk Angkatan Laut AS menuju Teluk Persia. Kapal induk USS Abraham Lincoln diperkirakan tiba di kawasan tersebut pekan depan setelah sebelumnya beroperasi di Laut China Selatan. Namun analis menilai kemungkinan eskalasi dalam waktu dekat relatif kecil.
Di sisi lain, potensi tambahan pasokan dari Venezuela menjadi faktor yang menahan kenaikan harga minyak lebih lanjut. Analis Price Futures Group, Phil Flynn, menyebut pasokan minyak dari Venezuela belum meningkat sebesar yang dikhawatirkan pasar, sehingga investor memilih mengamankan posisi beli menjelang akhir pekan panjang.
Jika ketegangan Iran mereda secara berkelanjutan, perhatian pasar diperkirakan kembali tertuju pada Venezuela, dengan minyak yang sebelumnya terkena sanksi berpotensi kembali mengalir ke pasar global.

