
Tangerang, CNN Indonesia —
Banjir yang merendam Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang, Banten, mulai berangsur surut pada Sabtu (17/1) siang.
Sebagian pengungsi yang selama sepekan terakhir di posko pengungsian pun terlihat telah pulang ke rumahnya masing-masing.
Sebagai informasi, banjir di Perumahan Taman Cikande ini telah berlangsung selama 6 hari, sejak Senin (12/1) hingga Sabtu ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua RT 05, RW 03, Sayuti mengatakan kondisi banjir saat ini telah berangsur surut secara signifikan. Hanya saja, akses jalan lingkungan masih terendam banjir.
“Alhamdulillah hari ini sudah mulai surut, saat ini ketinggian air berkisar 30 sentimeter sampai yang terdalam itu sekitar 150 sentimeter,” kata Sayuti kepada CNNIndonesia.com, Sabtu siang.
Sayuti menyebut,sebagian warga telah kembali ke rumahnya masing-masing. Saat ini, tersisa 17 keluarga yang masih bertahan di posko pengungsian lantaran rumahnya berada di titik banjir terdalam.
“Sebagian warga yang sudah pulang ke rumahnya dan bersih-bersih rumah,” sebutnya.
Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi terdampak banjir, ketinggian air yang sebelumnya mencapai mencapai 60 sentimeter hingga 2 meter, saat ini berkurang menjadi sekitar 30 sentimeter hingga 1,5 meter di titik terdalam.
Sementara itu, sejumlah perahu untuk membantu mobilitas warga juga masih disiagakan di lokasi banjir.
Para warga yang telah kembali pulang ke rumahnya terlihat sibuk membersihkan hunian masing-masing yang sempat terendam banjir.
Situasi di posko pengungsian
Saat ini masih ada pula belasan keluarga yang masih bertahan di posko pengungsian balai warga RW 03 Perumahan Taman Cikande.
Situasi di dapur umum juga masih disibukkan aktivitas menyiapkan makanan untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir, baik yang masih bertahan di pengungsian maupun yang telah kembali ke rumah.
Sayuti menjelaskan dapur umum masih dioperasikan untuk memenuhi kebutuhan dasar para warga terdampak, selama banjir belum surut secara menyeluruh.
Dia memastikan hingga saat ini ketersediaan logistik masih mencukupi kebutuhan para korban banjir.
“Untuk saat ini distribusi logistik tetap kami suplay karena masih ada bantuan-bantuan yang datang,” katanya.
Meski banjir berangsur surut, Sayuti mengimbau agar masyarakat tetap mewaspadai curah hujan tinggi dan kondisi debit air Sungai Cidurian yang dapat memicu dampak banjir yang lebih parah.
“Warga harus tetap waspada itu perlu. Tapi mudah-mudahan tidak banjir lagi,” kata dia.
Banjir luapan Sungai Cidurian
Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang, termasuk di Cikande, terjadi karena luapan Sungai Cidurian.
Atas dasar itu, Pemkab Tangerang mengusulkan pembangunan tanggul Sungai Cidurian ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mengantisipasi banjir akibat luapan aliran sungai tersebut, seperti yang terjadi di Perumahan Taman Cikande, Kecamatan Jayanti.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid mengatakan, pihaknya akan mengusulkan pembangunan tanggul tersebut dalam rapat koordinasi bersama Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau, Ciujung, dan Cidurian (BBWS C3) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini ada upaya yang sesuai dengan permohonan warga,” kata Maesyal saat meninjau banjir di Perumahan Taman Cikande, Jumat (16/1) kemarin.
Selain itu, Pemkab Tangerang akan membuat pintu air untuk mengatur debit air aliran Sungai Cidurian agar tidak meluap ke permukiman warga.
Maesyal mengatakan, pihaknya akan mengupayakan agar pembangunan pintu air itu dapat terealisasi pada tahun anggaran 2026 ini.
“Nanti yang lebih cepat adalah terkait dengan permohonan yang pintu air ini. Mudah-mudahan ini bisa kita lakukan di tahun 2026 ini, paling lambat 2027,” ujarnya.
Maesyal menerangkan banjir merendam setidaknya 119 desa di 24 kecamatan. Ada 62 ribu jiwa dari 14 ribu kepala keluarga yang terdampak banjir tersebut.
Ia menyebut, banjir yang tersebar di sejumlah wilayah itu berangsur surut. Meski demikian, Pemkab Tangerang masih tetap mewaspadai tingginya curah hujan yang dapat menambah ketinggian banjir.
“Mudah-mudahan hujan juga enggak turun lebat gitu kan. Kalau pun turun juga tidak menambah debit air yang di lokasi banjir ini,” harapnya.
(dod/kid)
[Gambas:Video CNN]

