Kereta Api Logistik (Foto: Okezone)
JAKARTA – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) mengalami kenaikan hingga Desember 2025. Volume angkutan limbah B3 tercatat naik dari 10.386 ton pada tahun 2024 menjadi 14.256 ton pada tahun 2025.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, menyampaikan bahwa pertumbuhan tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan pelanggan terhadap kapabilitas KAI Logistik dalam menyediakan layanan angkutan limbah B3 yang andal dan sesuai regulasi.
Menurutnya, pengelolaan limbah B3 merupakan tantangan tersendiri yang menuntut sistem logistik yang aman, terintegrasi, dan patuh terhadap ketentuan yang berlaku.
“Angkutan limbah B3 memiliki risiko tinggi terhadap kesehatan dan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, pemilihan moda dan layanan angkutan menjadi elemen penting dalam memastikan pengelolaan limbah yang aman dan bertanggung jawab dan selaras dengan komitmen keberlanjutan. Seluruh pengangkutan B3 oleh KAI Logistik dilakukan berdasarkan surat Rekomendasi Pengangkutan B3 melalui Kereta Api, yang memastikan bahwa jalur, titik muat, dan bongkar di wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi lingkungan dan perkeretaapian,” ujar Aniek, Sabtu (17/1/2026).
1. Pembuangan Limbah B3
Aniek menjelaskan, moda kereta api memiliki keunggulan dibandingkan moda transportasi lainnya, terutama dari sisi keselamatan dan pengendalian risiko. Jalur khusus kereta membuat potensi kecelakaan maupun pencemaran dapat diminimalkan.

