Protes massal di Iran. (Foto: BBC)
TEHERAN – Korban tewas dalam protes massal di Iran telah menembus 3.000 orang, menurut laporan sebuah kelompok hak asasi manusia pada Sabtu (17/1/2026). Peningkatan aktivitas internet juga tercatat di negara itu, meski hanya sedikit, setelah pemadaman selama delapan hari.
Kelompok HRANA yang berbasis di Amerika Serikat (AS) mengatakan telah memverifikasi 3.090 kematian, termasuk 2.885 demonstran. Warga menyebut penindakan tampaknya telah meredam protes untuk sementara, sementara media pemerintah melaporkan lebih banyak penangkapan.
Ibu kota Teheran relatif tenang selama empat hari, beberapa warga mengatakan kepada Reuters. Mereka menambahkan bahwa drone terbang di atas kota, tetapi tidak ada tanda-tanda protes besar pada Kamis (15/1/2026) atau Jumat (16/1/2026).
Seorang warga di kota utara Laut Kaspia mengatakan jalan-jalan di sana juga tampak tenang.
Protes meletus pada 28 Desember karena kesulitan ekonomi dan berkembang menjadi demonstrasi yang meluas.

