Hal ini dikatakan Sudirman saat menghadiri deklarasi pendirian Partai Gema Bangsa di JCC Senayan, Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026.
“Meritokrasi itu praktik pemberi napas demokrasi. Pemimpin dipilih karena prestasi, rekam-jejak, integritas, dan kapasitas,” kata Sudirman.
Isu meritokrasi saat ini sangat dinanti dan diminati publik, terutama kaum muda. Kaum muda sedang risau sekali dengan semakin marak dan lazimnya gejala nepotisme.
“Penyakit kronis tersebut telah mengganjal dan memupus harapan siapa pun mereka yang sudah profesional dan bekerja keras dengan keringatnya sendiri. Nepotisme sangat mengkhianati prinsip keadilan,” kata Sudirman.
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

