Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Malen dan Dybala Bangun Sinergi di Kemenangan Roma

    January 19, 2026

    KPK Dalami Dugaan Petinggi PBNU Perantara Uang Korupsi Kuota Haji

    January 19, 2026

    John Herdman Resmi Gagal Gaet 2 Pemain Liga Inggris untuk Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    January 19, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Geger Biduan di Panggung Isra Miraj Banyuwangi

    Geger Biduan di Panggung Isra Miraj Banyuwangi

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 19, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Jakarta, CNN Indonesia —

    Video seorang biduan berjoget di atas panggung peringatan Isra Miraj di Desa Parangharjo, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Jawa Timur membuat geger.

    Biduan bergaun hitam itu berjoget di hadapan penonton di atas panggung yang masih menggunakan dekorasi peringatan Isra Miraj. Aksi ini dinilai tidak etis karena dilakukan dalam konteks acara keagamaan.

    Ketua panitia Isra Miraj Desa Parangharjo, Hadiyanto mengakui adanya hiburan itu. Dia menegaskan bahwa aksi itu dilakukan setelah acara inti selesai.



    ADVERTISEMENT


    SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

    “Hiburan yang menghadirkan biduan pada acara Isra Miraj tersebut memang benar adanya. Akan tetapi, hiburan tersebut digelar setelah acara usai dan seluruh undangan serta kiai sudah tidak ada di tempat,” kata Hadiyanto Sabtu (17/1), dikutip dari detikJatim.





    Hadiyanto juga menambahkan bahwa hiburan tersebut merupakan inisiatif spontan untuk internal panitia. Pihak panitia telah menyampaikan permohonan maaf melalui video klarifikasi di Polsek Songgon pada Jumat (16/1) malam.

    Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Mereka menilai perbuatan itu telah mencoreng nilai-nilai dakwah Islam.

    “Peristiwa ini sangat kami sayangkan. Keluhuran dakwah justru tercoreng oleh tindakan yang tidak mencerminkan nilai-nilai Islami,” kata Wakil Ketua Umum DP MUI Banyuwangi Sunandi Zubaidi.

    Bukan masalah sepele

    Sementara itu Wakil Ketua Komisi VIII DPR Singgih Januratmoko menilai polemik ini bukan masalah sepele meski penampilan biduan dilakukan usai acara Isra Miraj.

    “Polemik penampilan biduan yang berjoget di panggung peringatan Isra Miraj di Banyuwangi tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele atau sekadar kesalahpahaman teknis panitia,” kata Singgih kepada wartawan, Senin (19/1), dikutip detikcom.

    Ia mengatakan peristiwa ini menyentuh persoalan yang lebih mendasar, yakni cara masyarakat menjaga kesakralan ajaran agama sekaligus merawat sensitivitas sosial dalam kehidupan berbangsa.

    Menurutnya, Isra Mikraj adalah peristiwa suci yang menegaskan kedudukan salat, akhlak, dan ketaatan kepada Allah SWT. Peringatannya bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum edukasi spiritual bagi umat.

    Oleh karena itu, setiap aktivitas yang melekat pada peringatan Isra Miraj, kata Singgih, harus mencerminkan nilai adab, kepantasan, dan penghormatan terhadap simbol-simbol agama.

    “Dalih bahwa hiburan tersebut dilakukan setelah acara inti selesai tidak serta-merta menghapus persoalan. Dalam perspektif keagamaan, ruang, simbol, dan konteks memiliki makna yang tidak terpisahkan,” ujarnya.

    “Peristiwa ini menunjukkan lemahnya sensitivitas sosial dalam membaca realitas masyarakat Indonesia yang religius dan majemuk,” imbuhnya.

    Di era media sosial, kata Singgih, setiap tindakan di ruang publik memiliki konsekuensi sosial yang luas. Ia mengatakan ‘hiburan internal’ tidak lagi bersifat privat ketika direkam dan disebarluaskan.

    “Saya memandang peristiwa ini sebagai peringatan serius. Panitia, tokoh agama, dan masyarakat perlu meningkatkan literasi keagamaan sekaligus kepekaan sosial. Acara keagamaan tidak boleh direduksi menjadi formalitas seremonial yang kehilangan ruh dan adabnya,” ujarnya.

    Baca berita selengkapnya di sini.

    (fra/fra)


    [Gambas:Video CNN]






    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    KPK Dalami Dugaan Petinggi PBNU Perantara Uang Korupsi Kuota Haji

    January 19, 2026

    Eggi dan DHL, Amunisi Baru Jokowi Melawan Roy Suryo?

    January 19, 2026

    2 Pendaki Cerita Detik-detik Pesawat ATR 42-500 Jatuh

    January 19, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Malen dan Dybala Bangun Sinergi di Kemenangan Roma

    Berita Olahraga January 19, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Liga Italia: Donyell Malen memulai kariernya di Roma dengan gemilang, membantu Giallorossi meraih…

    KPK Dalami Dugaan Petinggi PBNU Perantara Uang Korupsi Kuota Haji

    January 19, 2026

    John Herdman Resmi Gagal Gaet 2 Pemain Liga Inggris untuk Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    January 19, 2026

    Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat Jatuh Lewat Jalur Warga Lokal

    January 19, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Malen dan Dybala Bangun Sinergi di Kemenangan Roma

    January 19, 2026

    KPK Dalami Dugaan Petinggi PBNU Perantara Uang Korupsi Kuota Haji

    January 19, 2026

    John Herdman Resmi Gagal Gaet 2 Pemain Liga Inggris untuk Timnas Indonesia! : Okezone Bola

    January 19, 2026

    Tim SAR Evakuasi Korban Pesawat Jatuh Lewat Jalur Warga Lokal

    January 19, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.