
Jakarta, CNN Indonesia —
Sebanyak delapan keluarga dari korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah mendatangi posko Tim Disaster victim identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk menjalani pemeriksaan ante mortem dan post mortem.
“Iya benar, total 8 orang sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto kepada CNNIndonesia.com, Senin (19/1).
Sementara ini, kata Didik beberapa keluarga lainnya dijadwalkan akan hadir di posko DVI Polda Sulsel untuk menjalani pemeriksaan serupa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ada yang rencana datang lagi hari ini, tetapi pada prinsipnya tim DVI proaktif mendatangi keluarga korban dengan berkoordinasi dengan DVI polda-polda setempat,” ungkapnya.
Didik menuturkan bahwa pihaknya masih menunggu korban yang masih dalam pencarian dan evakuasi dari tim SAR gabungan di puncak Gunung Bulusaraung.
“Untuk hasil belum bisa dilakukan rekonsiliasi (dibandingkan/pencocokan), karena korban belum ada yang dievakuasi untuk pemeriksaan postmortem,” jelasnya.
Terpisah, Kapolda Sulsel, Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro mengatakan pihaknya sudah mengambil data dari beberapa keluarga korban pesawat ATR
“Sampai hari ini ada dua yang diuji satu di Makassar dan di Bogor,” kata Kapolda Sulsel di posko SAR Tompo Bulu.
Djuhandhani memastikan polisi juga telah mendapatkan alamat dari keluarga korban pesawat. Alamat keluarga korban akan mempermudah proses pencocokan ante mortem dan post mortem.
“Sebagai bukti pembanding, mana kala kita mendapatkan untuk pembuktian lebih lanjut karena di situ ada hak-hak yang nantinya secara administrasi harus dimiliki yang terdapat dalam manifest,” jelasnya.
CNN Indonesia mendatangi rumah pilot pesawat ATR 400, Captain Andy Dahananto, yang berlokasi di Perumahan PWS, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Senin.
Pesawat ATR 400 milik maskapai Indonesia Air Transport yang dikemudikan Captain Andy itu mengalami kecelakaan di Kawasan Pegunungan Bulusaraung, Maros, Sulawesi Selatan saat melakukan penerbangan rute Yogyakarta – Makassar pada Sabtu (17/1).
Pantauan CNN Indonesia di rumah Captain Andy, tidak terlihat aktivitas apa pun di rumah tersebut. Di dalam rumah bercat putih itu, hanya terdapat dua orang yang diketahui merupakan anak kedua dan ipar dari Captain Andy. Sedangkan istri dan anak pertamanya, telah berangkat menuju Makassar untuk melakukan pencocokan DNA.
Di depan rumah dengan pagar hitam itu tampak terpasang tenda memanjang. Selain itu, terlihat satu karangan bunga ucapan duka cita dari Presiden Direktur Lion Group, Captain Daniel Putut
Ketua RW 03 Perumahan PWS Tigaraksa, Asep Syaiful membenarkan Captain Andy merupakan warga setempat yang telah lama tinggal di kavling Blok A1, RT 06.
“Memang betul pak Andy ini merupakan warga kami yang telah lama tinggal di RT 06 RW 03, beliau mendapatkan musibah kecelakaan pesawat yang ia bawa di daerah Makassar,” kata Asep.
Sementara itu, tetangga korban, Subandi mengaku memiliki kedekatan yang cukup baik dengan Captain Andy.
“Beliau orangnya perhatian terhadap kebersihan lingkungan. Kalau ada lampu jalan mati, sering beliau yang membantu biaya perbaikannya,” kata Subandi.
Subandi mengenang, sosok Captain Andy merupakan seseorang yang memiliki jiwa sosial tinggi. Pilot senior itu memiliki kebiasaan berjalan keliling komplek untuk memastikan kebersihan lingkungan dan kondisi fasilitas umum.
“Kalau pak Andy sedang tidak terbang, biasanya beliau dia melihat kebersihan lingkungan, kadang ngobrol sama saya berjam-jam,” jelasnya.
(wis/wis)
[Gambas:Video CNN]

