
Solo, CNN Indonesia —
Kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya mengadukan sejumlah abdi dalem dari kubu Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta atas dugaan pengeroyokan.
Insiden tersebut terjadi menjelang prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Menteri Kebudayaan nomor 8 tahun 2026 oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada KG-PA Tedjowulan, Minggu (18/1).
“Kami ingin memberitakan bahwasanya telah terjadi tindakan pengeroyokan,” kata Juru Bicara PB XIV Purbaya, KPA Singonagoro, Senin (19/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menerangkan pengeroyokan tersebut dialami oleh seorang abdi dalem dari kubu SISKS Pakubuwana XIV Purbaya berinisial RP sebelum acara yang dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon dimulai.
Singonagoro menyebut tindakan pengeroyokan dilakukan oleh sejumlah orang dari Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Surakarta. Lembaga pimpinan GKR Wandansari alias Gusti Moeng itu dikenal sebagai pendukung SISKS Pakubuwana XIV Mangkubumi.
Pengeroyokan terjadi di Bangsal Pulisen, hanya belasan meter dari lokasi acara penyerahan SK oleh Fadli Zon kepada KG-PA Tedjowulan.
Beberapa abdi dalem dari LDA memanjat tembok untuk membuka Kori (pintu) Gajahan yang menjadi akses menuju kawasan Keputren. Keputren adalah tempat tinggal untuk putri-putri raja yang belum menikah.
Tim keamanan dari kubu PB XIV Purbaya yang melihat aksi tersebut buru-buru mengadang upaya tersebut. Akibatnya, adu mulut dan kontak fisik tidak terhindarkan.
Beberapa menit kemudian, tensi antara dua kubu perlahan mengendur. Kubu LDA menarik diri kembali ke lokasi acara di Sasana Sewaka, sementara puluhan petugas keamanan dari kubu PB XIV Purbaya masih bertahan di sekitar Keputren.
Singonagoro mengatakan pihak PB XIV Purbaya sangat menyayangkan adanya kejadian tersebut. Apalagi salah satu pelaku adalah pengageng (petinggi) di kalangan keraton.
“Sangat disayangkan. Sangat jelas sekali salah satu oknum yang kami laporkan di sini termasuk pengageng di Keraton Kasunan Surakarta ini. Masih ada rentetan sebagai cucu dari Sinuhun,” kata dia.
Singonagoro menyebutkan saat ini pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Surakarta.
“Kami kemarin juga sudah melakukan aduan ke Polresta Surakarta,” kata dia.
Kuasa hukum korban, Ardi Sasongko menambahkan korban merupakan warga Baluwarti. Korban berinisial RP mengalami pengeroyokan oleh lebih dari 10 orang.
“Salah satu pelakunya memiliki gelar BRM (Bandoro Raden Mas) dengan inisial S,” kata Ardi.
(syd/gil)
[Gambas:Video CNN]

