Mantan pebulutangkis Indonesia, Rian Sukmawan. (Foto: PB Djarum)
DUNIA bulu tangkis Indonesia pernah dirundung duka mendalam saat salah satu putra terbaiknya, Rian Sukmawan, mengembuskan napas terakhir. Atlet kelahiran Semarang, 21 November 1985 ini tutup usia pada Sabtu malam, 27 Februari 2016.
Kabar kepergiannya yang mendadak di kampung halamannya, Semarang, menyisakan kesedihan luar biasa bagi keluarga besar PB Djarum serta para pecinta tepok bulu di Tanah Air.
Melalui akun Twitter resminya, PB Djarum, klub yang membesarkan namanya, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Kepergian Rian terasa begitu tragis karena ia diketahui meninggal dunia dalam kesendirian.
“Segenap keluarga besar PB Djarum menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya salah satu putra terbaik, Rian Sukmawan,” tulis akun tersebut pada Minggu Februari 2016 silam.
1. Jejak Prestasi
Semasa aktif di lapangan, Rian Sukmawan dikenal sebagai salah satu spesialis ganda putra yang tangguh. Puncak kariernya tercatat saat ia berpasangan dengan Yonathan Suryatama Dasuki.
Pasangan ini sempat menduduki peringkat 14 dunia pada tahun 2010. Berbagai prestasi gemilang pun berhasil mereka torehkan, termasuk gelar juara Yonex Dutch Open 2007 dan posisi runner-up di ajang Indonesia Grand Prix Gold 2010.
Berdasarkan data BWF, Rian adalah pemain yang sangat produktif dengan total 211 pertandingan di sektor ganda putra, di mana 131 di antaranya berakhir dengan kemenangan. Selain sukses bersama Yonathan, Rian tercatat pernah berpasangan dengan nama-nama besar lainnya seperti Markis Kido, Eng Hian, Rendra Wijaya, Ade Lukas, hingga Yoga Ukikasah.

