Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Indonesia Masters 2026: Bimo/Arlya Gagal Atasi Christiansen/Boje

    January 21, 2026

    Ini Respons Dasco soal 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK

    January 21, 2026

    Hasil Indonesia Masters 2026: Adnan Indah Tumbangkan Unggulan, Jafar Felisha Amankan Tiket 16 Besar : Okezone Sports

    January 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kepala Daerah Memeras untuk Tutupi Mahar Politik?

    Kepala Daerah Memeras untuk Tutupi Mahar Politik?

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 21, 2026No Comments2 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Politikus Partai Gerindra itu tidak hanya dijerat dalam kasus pemerasan terhadap perangkat desa, tetapi juga ditetapkan sebagai tersangka suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.


    Menanggapi kasus tersebut, pakar pemilu dan demokrasi Titi Anggraini menilai praktik pemerasan oleh kepala daerah tidak bisa dilepaskan dari problem struktural dalam sistem politik dan penegakan hukum nasional.

    “Mengapa kepala daerah memeras? Apakah itu untuk mengganti biaya mahar politik saat pencalonan yang sama sekali tidak ada penegakan hukumnya?” ujar Titi lewat akun X miliknya, Rabu, 21 Januari 2026.



    Ia menyebut, tekanan finansial terhadap kepala daerah tidak hanya datang dari ongkos politik saat pencalonan, tetapi juga dari berbagai permintaan informal yang kerap tidak memiliki dasar administrasi yang jelas.

    “Ataukah untuk membiayai permintaan banyak ‘paket proyek’ atau dana ini itu dan sana sini yang biasanya masuk tanpa dokumen resmi?” lanjutnya.

    Menurut Titi, situasi menjadi semakin berbahaya ketika penegakan hukum justru berpotensi digunakan sebagai alat tekanan politik. Kepala daerah yang menolak memenuhi permintaan tertentu, kata dia, bukan tidak mungkin justru dikriminalisasi.

    “Permintaan yang jika tidak dipenuhi, maka bukan tak mungkin malah hukum digunakan sebagai alat penekan bagi kada yang menolak,” tegasnya.

    Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan korupsi kepala daerah tidak semata-mata soal moral individu, melainkan cerminan rusaknya sistem penegakan hukum dan politik yang saling berkelindan.

    “Akhirnya, penegakan hukum jadi episentrum banyak masalah di negara ini, mestinya itu yang dibenahi serius dan konkret,” kata Titi.

    Lebih jauh, ia menekankan bahwa pembenahan penegakan hukum harus berjalan seiring dengan reformasi demokrasi internal partai politik agar praktik-praktik transaksional tidak terus diproduksi.

    “Selain pembenahan demokrasi internal parpol pastinya,” pungkasnya.

    Kasus yang menjerat Sudewo menambah panjang daftar kepala daerah yang tersandung korupsi, sekaligus menjadi ujian bagi komitmen pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu di era pemerintahan saat ini.





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Ini Respons Dasco soal 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK

    January 21, 2026

    Rumah di Bali Ambruk Diterjang Banjir, Ibu dan Balita Terseret Arus

    January 21, 2026

    Mantan Hakim MK Maruarar Siahaan Jadi Ahli di Sidang KIP Kasus Ijazah Jokowi

    January 21, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Indonesia Masters 2026: Bimo/Arlya Gagal Atasi Christiansen/Boje

    Berita Olahraga January 21, 2026

    Ligaolahraga.com -Berita Badminton : Pasangan muda Merah Putih, Bimo Prasetyo / Arlya N Thesya Mungaran…

    Ini Respons Dasco soal 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK

    January 21, 2026

    Hasil Indonesia Masters 2026: Adnan Indah Tumbangkan Unggulan, Jafar Felisha Amankan Tiket 16 Besar : Okezone Sports

    January 21, 2026

    Rumah di Bali Ambruk Diterjang Banjir, Ibu dan Balita Terseret Arus

    January 21, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Indonesia Masters 2026: Bimo/Arlya Gagal Atasi Christiansen/Boje

    January 21, 2026

    Ini Respons Dasco soal 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK

    January 21, 2026

    Hasil Indonesia Masters 2026: Adnan Indah Tumbangkan Unggulan, Jafar Felisha Amankan Tiket 16 Besar : Okezone Sports

    January 21, 2026

    Rumah di Bali Ambruk Diterjang Banjir, Ibu dan Balita Terseret Arus

    January 21, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.