
Jakarta, CNN Indonesia —
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo yang menargetkan untuk tak ada masyarakat di Provinsi Aceh yang tinggal di tenda memasuki Ramadan 2026 menyusul bencana banjir pada akhir tahun 2025, mendorong percepatan pembangunan hunian sementara (huntara).
Saat ini, Kementerian PU tengah mengebut penyelesaian tahap akhir pembangunan huntara di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang dengan progres 98,75 persen. Hal itu disampaikan Dody dalam peninjauan langsung ke Huntara Aceh Tamiang, Selasa (20/1).
“Kita dorong secepat-cepatnya agar segera selesai. Kita semua bekerja keras supaya saat Ramadan, kalau bisa nol warga yang tinggal di tenda. Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan maksimal,” kata Menteri Dody.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Huntara Aceh Tamiang ini dibangun menggunakan metode konstruksi modular dengan sistem Modular Lite (MOLI) tanpa alat berat yang memungkinkan pembangunan dilakukan dengan cepat di tengah kondisi pascabencana. Pembangunan ini merupakan bagian dari paket Penanganan Keadaan Darurat Pascabencana Aceh 1.
Secara teknis, Huntara 1 di Aceh Tamiang berdiri di atas lahan seluas 5.427 meter persegi (m²) dengan total luas bangunan 2.052 m², terdiri dari 7 blok hunian dan mushola.
Sebanyak 114 modul dibangun untuk menampung 84 KK atau sekitar 336 jiwa, lengkap dengan 42 unit MCK, area komunal multifungsi, area jemur, mushola, genset, serta toren air. Sistem pendukung air bersih berasal dari sumur bor dan tandon, pengolahan air kotor menggunakan sistem biotek, serta pasokan listrik dari PLN.
Dody menyampaikan, penyelesaian huntara sebelum Ramadan merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar penanganan pascabencana tidak hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi terhadap pada rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah.
“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meskipun dalam kondisi pascabencana,” pungkas Dody.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]

