Hal itu diungkapkan Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf alias Gus Irfan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu 21 Januari 2026.
“Daerah bencana pada awalnya kita siapkan skenario relaksasi, tapi subhanallah, ternyata penuh semua, melebihi dari target,” kata Gus Irfan.
Ia menjelaskan, beberapa provinsi mencatatkan tingkat pelunasan di atas 100 persen. Di Sumatera Barat, angka pelunasan mencapai sekitar 102 hingga 103 persen. Sementara Aceh mencatatkan 101 persen dan Sumatera Utara juga berada di atas 100 persen.
Menurut Gus Irfan, capaian tersebut menunjukkan tingginya antusiasme serta kesiapan calon jemaah haji meskipun berada dalam kondisi pascabencana.
“Alhamdulillah semuanya bisa terjalani dengan baik,” pungkas Gus Irfan.
Sekadar informasi, Indonesia memperoleh kuota haji sebanyak 221 ribu jemaah pada penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M, jumlah yang sama seperti tahun sebelumnya.
Dari total kuota tersebut, sebanyak 203.320 jemaah atau 92 persen dialokasikan untuk kuota haji reguler, sedangkan 17.680 jemaah atau 8 persen untuk kuota haji khusus.
Sementara itu, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 1447 H/2026 M ditetapkan sebesar Rp87.409.365,45 atau turun sekitar Rp2 juta dibandingkan BPIH tahun 2025.
Untuk Bipih yang dibebankan kepada jemaah ditetapkan sebesar Rp54.193.806,58.

