
Jakarta, CNN Indonesia —
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak dua kali pada hari ini.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan operasi modifikasi cuaca pertama telah dilakukan sejak pukul 07.30 WIB pagi tadi bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemerintah pusat.
“Hari ini kita akan menerbangkan dua kali jadi Jakarta juga mudah-mudahan curah hujannya tidak seperti yang diprediksi oleh BMKG karena panjang diperkirakan delapan jam hujannya,” ujar Pramono di kawasan Jakarta Barat, Kamis (22/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Pramono berharap prediksi curah hujan panjang dalam intensitas sedang tidak terjadi. Adapun meski hujan tetap turun, Pramono harap hal tersebut tetap dapat terpantau dengan baik.
Selain melakukan OMC di Jakarta, kata Pram, pihaknya juga meminta BMKG untuk melakukan operasi serupa di wilayah penyangga.
“Kami juga menyampaikan kepada BMKG untuk BMKG konsentrasi jangan hanya Jakarta ya, kiri kanannya juga dilakukan modifikasi cuaca terutama ya Tangerang, Bekasi kemudian Bogor, Depok dan sebagainya,” katanya.
“Jadi kami lakukan sekarang ini Jakarta konsentrasi di Jakarta, BMKG di luar Jakarta,” sambungnya
Sebelumnya, menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai pukul 07.00 WIB sampai 13.00 WIB nanti, kondisi cuaca Jabodetabek cenderung berawan tebal dan berpotensi hujan ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah.
Sementara itu, di sebagian wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur berpotensi hujan sedang hingga lebat. Pada siang hari, BMKG memprediksi hujan masih akan mengguyur wilayah Jabodetabek.
Menurut BMKG pada pukul 13.00 WIB sampai 19.00 WIB beberapa wilayah Jabodetabek cenderung berawan tebal serta berpotensi hujan ringan-sedang di sebagian besar wilayah Jabodetabek.
Kendati demikian, sebagian wilayah Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
“Waspada potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang yang terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek,” ujar BMKG.
(nat/isn)
[Gambas:Video CNN]

