Harga Emas Diprediksi Tembus Ratusan Juta Rupiah pada 2030, Cetak Rekor Tertinggi (Foto: Freepik)
JAKARTA – Harga emas dunia diprediksi akan kembali mengukir sejarah dengan menembus level tertinggi sepanjang masa hingga tahun 2030. Harga emas dunia diprediksi mencapai USD10.000 per troy ons atau setara Rp168,38 juta pada 2030 (kurs Rp16.838 per USD).
Praktisi Pasar Modal sekaligus Co-Founder PasarDana, Hans Kwee menilai reli kenaikan ini masih jauh dari kata usai. Ia memproyeksikan harga emas berpotensi melonjak hingga dua kali lipat dalam empat tahun ke depan seiring dengan pergeseran besar ekonomi global.
“Emas itu di 2030 diperkirakan masuk ke USD10.000 per troy ons, tapi ini masih empat tahun lagi dari sekarang, tapi tahun ini saja targetnya USD5.400-an (harga) emas,” ungkap Hans Kwee dalam acara Edukasi Wartawan secara virtual, Jumat (23/1/2026).
Pada perdagangan Jumat, pukul 05.36 GMT, harga emas menguat 0,4 persen ke level USD4.957,10 per troy ons. Hans Kwee menjelaskan bahwa kenaikan harga emas saat ini didorong oleh faktor yang lebih fundamental daripada sekadar ketegangan geopolitik. Mengutip proyeksi lembaga keuangan dunia seperti Bank of America, Goldman Sachs, dan Deutsche Bank, harga emas diprediksi naik hingga 20 persen dalam waktu dekat.
Dunia saat ini dinilai tengah mengalami fase dedolarisasi, di mana bank sentral berbagai negara mulai beralih menumpuk emas sebagai cadangan devisa karena kekhawatiran terhadap keamanan aset berbasis dolar AS.
“Emas ini naik karena tensi geopolitik menyebabkan orang cenderung bergerak ke emas, tapi yang kedua adalah sesudah perang Ukraina-Rusia, dolar Rusia itu dibekukan, sehingga dunia itu menyadari, ‘kita enggak bisa megang dolar lagi.’ Kemudian setelah Trump jadi presiden lagi, dunia tahu bahwa perang tarif ini merugikan mereka sehingga mereka tidak mau pegang dolar, beralih ke emas. Ini menyebabkan bank sentral itu beli emas terus,” jelasnya.

