Update Pembangunan Hunian di Aceh, Sumut, dan Sumbar 2 Bulan Usai Bencana
JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan perkembangan terbaru pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, Sabtu (24/1/2026).
Pembangunan huntara dilakukan melalui berbagai skema pendanaan, mulai dari BNPB, kementerian/lembaga, pemerintah daerah, hingga dukungan BUMN dan lembaga sosial. Sejumlah lokasi dilaporkan sudah rampung, sementara sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan.
BNPB membiayai pembangunan 380 unit huntara yang tersebar di sejumlah titik di Aceh. Di Kabupaten Pidie Jaya, pembangunan huntara juga didukung kementerian/lembaga, badan sosial, dan BUMN dengan total 393 unit.
Sementara di Kabupaten Pidie, pembangunan huntara menggunakan tanah desa dan dibiayai melalui BTT Kabupaten Pidie tanpa mekanisme DTH. Sebanyak 12 unit huntara dilaporkan telah selesai dibangun.
Di Kabupaten Nagan Raya, terdapat empat titik lokasi huntara yang diusulkan. Salah satunya berada di sekitar rencana relokasi, yakni Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang sebanyak 609 unit, dengan 30 unit dilaporkan telah selesai.
Sedangkan di Kota Lhokseumawe, BNPB membangun 67 unit huntara. Di Kabupaten Bener Meriah, BNPB membangun huntara tahap 1.914 unit.
Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun huntara sebanyak 2.592 unit yang tersebar di banyak kecamatan.

