Close Menu
IDCORNER.CO.ID

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Lomba Dance Semaphore Pramuka Meriahkan Kegiatan Kepramukaan SDN Kaliputih Kwarran Purwojati

    January 25, 2026

    Pelatih FC Augsburg Ungkap Cara Kalahkan Bayern, Jaga Michael Olise!

    January 25, 2026

    Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

    January 25, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    IDCORNER.CO.IDIDCORNER.CO.ID
    • Homepage
    • Berita Nasional
    • Berita Teknologi
    • Berita Hoaks
    • Berita Dunia
    • Berita Olahraga
    • Program Presiden
    • Berita Pramuka
    IDCORNER.CO.ID
    Home»Berita Nasional»Kesehatan Mental Awak Kapal Tanggung Jawab Siapa?

    Kesehatan Mental Awak Kapal Tanggung Jawab Siapa?

    PewartaIDBy PewartaIDJanuary 25, 2026No Comments3 Mins Read
    Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Reddit Telegram Email
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email




    Ironisnya, peristiwa ini muncul tepat setelah Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan berlakunya pembaruan Basic Safety Training (BST) melalui MSC.560 yang menegaskan pentingnya kesehatan mental pelaut sebagai bagian dari keselamatan. Jika bunuh diri tetap terjadi beruntun, maka yang patut dipertanyakan bukan komitmen pelaut, melainkan kegagalan sistem yang dibangun oleh negara dan industri.


    Selama ini, negara terlalu nyaman bersembunyi di balik regulasi. Setiap tragedi selalu dijawab dengan kalimat normatif: aturan sudah ada, sertifikat sudah diwajibkan, pelatihan sudah dilakukan. Padahal, bunuh diri bukanlah pelanggaran administratif – ia adalah tanda runtuhnya perlindungan paling dasar terhadap manusia yang bekerja di laut.

    Industri pelayaran pun tidak bisa terus berlindung di balik kepatuhan formal. Jam kerja yang panjang, tekanan target operasional, sistem kerja hierarkis yang kaku, minimnya waktu istirahat, isolasi sosial berkepanjangan, serta relasi kerja yang sering kali meniadakan ruang mengadu — semua ini adalah produk langsung dari praktik industri. Ketika kondisi kerja seperti ini dibiarkan, maka bunuh diri bukanlah kejadian individual, melainkan risiko sistemik.



    Sayangnya, pendekatan negara terhadap kesehatan mental awak kapal masih bersifat kosmetik. Modul BST diperlakukan sebagai dokumen teknis, disampaikan secara seremonial, diuji lewat soal pilihan ganda, lalu dianggap selesai. Tidak ada evaluasi serius apakah materi tersebut benar-benar menyentuh realitas psikologis awak kapal Indonesia yang bekerja dalam tekanan tinggi dan jauh dari keluarga selama berbulan-bulan.

    Sebagai pengurus serikat pekerja pelaut, saya berpandangan bahwa negara dan industri gagal membaca konteks sosial dan kultural awak kapal Indonesia. Bagi banyak pelaut kita, daya tahan mental tidak hanya dibangun melalui terminologi psikologi modern, tetapi juga melalui pendekatan spiritual dan nilai keagamaan. Mengabaikan dimensi ini sama artinya dengan menutup mata terhadap sumber kekuatan batin yang selama ini menopang mereka.

    Pelatihan BST sudah saatnya secara serius memasukkan materi siraman rohani dan pemahaman agama yang dikaitkan langsung dengan stress management. Pesan sederhananya jelas: ketika tekanan hidup di kapal terasa tak tertahankan, ada Tuhan tempat mengadu; ada makna hidup yang tidak boleh dikalahkan oleh keputusasaan sesaat. Ini bukan soal dogma, melainkan soal keselamatan jiwa.

    Lebih dari itu, negara tidak boleh menyerahkan seluruh beban kesehatan mental kepada individu awak kapal. Fasilitas pendampingan rohani dan psikososial harus disediakan secara aktif dan terstruktur. Praktik yang dilakukan oleh organisasi seperti Stella Maris – yang secara rutin mengunjungi kapal dan pelabuhan untuk memberikan pendampingan rohani bagi awak kapal umat Nasrani – membuktikan bahwa pendekatan ini bukan utopia. Sayangnya, praktik baik ini dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan sistemik dari negara maupun industri.

    Negara semestinya hadir: memfasilitasi layanan pendampingan lintas agama, memastikan akses konseling di pelabuhan, dan mewajibkan perusahaan pelayaran membuka ruang pengaduan yang aman bagi awak kapal. Industri pun harus berhenti melihat kesejahteraan mental sebagai biaya tambahan, dan mulai mengakuinya sebagai bagian dari tanggung jawab hukum dan moral.

    Jika negara dan industri terus menganggap bunuh diri awak kapal sebagai urusan personal, maka tragedi serupa hanya tinggal menunggu waktu. Tiga kasus dalam satu bulan adalah sinyal kegagalan kolektif. Dan dalam kegagalan ini, negara dan industri tidak lagi punya alasan untuk sekadar prihatin – mereka wajib bertanggung jawab.

    Syofyan El Comandante
    Ketua Serikat Awak Kapal Transportasi Indonesia (SAKTI)





    Source link

    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email
    PewartaID

    Related Posts

    Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

    January 25, 2026

    Menteri KKP Pingsan di Tengah Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

    January 25, 2026

    Pencabutan HGU Sugar Group Pulihkan Wibawa Negara

    January 25, 2026

    Leave A Reply Cancel Reply

    Demo
    Don't Miss

    Lomba Dance Semaphore Pramuka Meriahkan Kegiatan Kepramukaan SDN Kaliputih Kwarran Purwojati

    Berita Pramuka January 25, 2026

    Purwojati – SD Negeri Kaliputih Kwarran Purwojati menyelenggarakan Lomba Dance Semaphore Pramuka pada Jumat, 23…

    Pelatih FC Augsburg Ungkap Cara Kalahkan Bayern, Jaga Michael Olise!

    January 25, 2026

    Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

    January 25, 2026

    AS Memanas Setelah Agen ICE Bunuh Warga Amerika Kedua dalam Sebulan, Picu Protes : Okezone News

    January 25, 2026
    Stay In Touch
    • Facebook
    • Twitter
    • Pinterest
    • Instagram
    • YouTube
    • Vimeo
    Our Picks

    Lomba Dance Semaphore Pramuka Meriahkan Kegiatan Kepramukaan SDN Kaliputih Kwarran Purwojati

    January 25, 2026

    Pelatih FC Augsburg Ungkap Cara Kalahkan Bayern, Jaga Michael Olise!

    January 25, 2026

    Bom Bunuh Diri Guncang Pesta Pernikahan di Pakistan, Tujuh Tewas

    January 25, 2026

    AS Memanas Setelah Agen ICE Bunuh Warga Amerika Kedua dalam Sebulan, Picu Protes : Okezone News

    January 25, 2026

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

    Demo
    © 2026 ID Corner News

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.