Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
JAKARTA – Rangkaian turnamen Indonesia Masters 2026 resmi berakhir di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (25/1/2026). Tuan rumah berhasil mengamankan satu gelar juara melalui penampilan impresif tunggal putra Alwi Farhan, sementara tim bulu tangkis Malaysia mendominasi dengan membawa pulang tiga trofi dari tiga sektor berbeda.
Alwi Farhan menjadi bintang utama bagi publik tuan rumah setelah tampil luar biasa di partai puncak. Pemain ranking 18 dunia ini tidak memberikan ruang bagi wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan kemenangan telak 21-5 dan 21-6.
Keberhasilan ini sekaligus menandai gelar Super 500 pertama dalam karier pemain berusia 20 tahun tersebut.
1. Dominasi Negeri Jiran
Malaysia tampil sangat perkasa dalam partai final kali ini. Sektor ganda putri lebih dulu memastikan gelar lewat Pearly Tan/Thinaah Muralitharan setelah lawan mereka, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi (Jepang), memutuskan mundur (Walkover).
Pelatih Jepang, Yuki Kaneko, menyebut Miyu Takahashi mengalami demam tinggi yang membuatnya sulit bahkan untuk sekadar berdiri.

“Keinginan Miyu untuk tetap berdiri di lapangan sangat kuat. Pagi sampai siang tadi bilang masih mau main. Tapi, kondisinya ternyata buruk,” jelas Kaneko.
Kesuksesan Malaysia berlanjut di sektor ganda campuran melalui Chen Tang Jie/Toh Ee Wei yang menumbangkan wakil Denmark, Mathias Christiansen/Alexandra Boje. Pesta kemenangan Negeri Jiran ditutup oleh ganda putra Goh Sze Fei/Nur Izzuddin yang mengandaskan harapan pasangan muda Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, dengan skor 21-19 dan 21-13 dalam waktu 37 menit.

