“Bukan sebagian dan bukan simbolik, melainkan seluruhnya,” kata Denny JA dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 25 Januari 2026.
Keputusan itu diambil bertepatan dengan peresmian BRICS Literature Award, yang untuk pertama kalinya digelar pada akhir Januari 2026 di Kairo, Mesir.
Denny JA mengatakan, seluruh dana penghargaan tersebut didonasikan dan disalurkan melalui Denny JA Foundation.
“Bukan untuk menambah kekayaan. Bukan untuk membangun monumen personal, melainkan untuk memastikan sastra terus hidup, terus bereksperimen, dan terus berpihak pada kemanusiaan,” tambah Denny JA.
Denny JA meraih penghargaan khusus untuk inovasi di bidang sastra atas kontribusi dalam mengembangkan puisi esai, sebuah genre sastra yang memadukan riset faktual, empati kemanusiaan, dan kekuatan bahasa liris.
Tidak hanya Denny JA, penghargaan juga diberikan kepada sastrawan terkemuka asal Mesir, Salwa Bakr. Ia telah melahirkan tujuh novel, tujuh kumpulan cerpen, serta sebuah drama dalam bahasa Arab yang diterjemahkan ke berbagai bahasa dunia.
Dalam sambutannya, Vadim Terekhin menegaskan bahwa penganugerahan penghargaan sastra BRICS yang pertama ini merupakan sinyal penting.
“Bahwa sastra negara-negara BRICS tetap, dan akan terus, menjadi bagian tak terpisahkan dari ruang budaya global,” jelas Vadim.

